Home / Seputar Madina / “Holong Maroban Domu” di Reses Fahrizal Efendi

“Holong Maroban Domu” di Reses Fahrizal Efendi

Fahrizal Efendi menyalami kaum ibu saat tiba di lokasi acara Reses di Desa Mompang Jae, Kecamatan Panyabungan Utara, Mandailing Natal

 

“Holong Mangalap Holong, Holong Maroban Domu”. Itu adalah satu dari banyak ungkapan dalam bahasa Mandailing yang beranjak dari falsafah pentingnya silaturrahim serta kesadaran kolektif terhadap pentingya saling memelihara dimensi kasih sayang antar individu dan antar kelompok masyarakat.

Falsafah ini sangat melekat dalam gerak langkah Anggota DPRD Sumatera Utara, H. Fahrizal Efendi Nasution,SH. Dan itu terimplementasi pada setiap kegiatan reses yang dilakukannya serta setiap bertemu dengan konstitien di berbagai tempat, baik di warung kopi, tempat mangkal kaum ibu hingga perjalanannya ke desa-desa.

Oleh karenanya, Reses yang dilakukannya sejak Senin hingga Selasa (29-30/10) di Desa Jambur Padangmatinggi dan Mompang Jae, pendekatan dengan falsafah “Holong Mangalap Holong, Holong Maroban Domu” selalu kental, baik dalam ucapan maupun dalam diskusi penyerapan aspirasi rakyat.

Baca juga : Fahrizal : Pembangunan Pasar Baru Panyabungan Harus Progresif

Keteguhan memegang prinsip “Holong Mangalap Holong, Holong Maroban Domu” ini akan melahirkan sikap dan rasa tanggungjawab seorang wakil rakyat terhadap konstituen dalam mengemban tugas-tugas legislatif di satu sisi, serta akan menimbulkan rasa keterwakilan dikalangan pemilih secara aspirasi.

Reses Fahrizal di Desa Jambur Padangmatinggi dan Mompang Jae

Kondisi demikian akan melahirkan “Rim Ni Tahi Do Rantosna”, suatu kondisi menyatunya visi antara konstituen dan perwakilan secara khusus dan semua komponen secara luas. Yang demikian itu akan bermuara kepada menguatnya sinergitas seorang wakil rakyat dengan rakyat pemilih dalam menumbuhkan penguatan capaian yang diaspirasikan.

Bahwa melaksanakan tugas-tugas legislatif dalam upaya menyahuti plus merealisasikan semua aspirasi pemilih dalam bentuk pembangunan ekonomi, sosial dan budaya bukap perkara mudah dibutuhkan juga prinsif “Holong Mangalap Holong, Holong Maroban Domu” di tataran legislatif dan pemerintahan dengan output “Rim Ni Tahi Do Rantosna”. Oleh karena itu, kekuatan seorang anggota DPRD Sumut bukan melulu berfaktor kemampuan atau daya lobinya, tetapi membutuhkan dukungan moral dari rakyat pemilih yang juga dalam bentuk “Holong Mangalap Holong, Holong Maroban Domu”.

Berdasar itulah, falsafah yang selalu dipegang kuat oleh H. Fahrizal Efendi Nasution,SH menjadi sangat bermakna dan sangat ideal dalam upayanya untuk selalu memiliki kekuatan moral serta garis komitmen untuk aspirasi konstituen.

 

Peliput : Dahlan Batubara

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.