Home / Seputar Madina / Honor 2000-an guru Madrasah di Madina Belum Dicairkan Sejak Januari, Dimana Sembunyi Uang Senilai 4,2 Milyar Itu?

Honor 2000-an guru Madrasah di Madina Belum Dicairkan Sejak Januari, Dimana Sembunyi Uang Senilai 4,2 Milyar Itu?

Guru madrastah grafis

Guru madrastah grafis

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Para guru madrastah di Kabupaten Mandailing Natal belum menerima honor mereka sejak Januari 2016 alias 7 bulan.

Kemana uang mereka? Tak diketahui.  Yang jelas, gaji dalam bentuk honor itu bersumber dari APBD Kabupaten Mandailing Natal yang dikelola Pemkab Madina.

Jumlah guru madrastah ini tak tanggung-tanggung, sekitar 2000-an orang. Tiap guru sejatinya menerima sekitar 300 ribu rupiah per bulan. Atau total dana yang seharusnya sudah cair sekitar 4,2 milyar jika dihitung sejak Januari hingga Juli.

Lalu kemana uang 4,2 milyar itu sejak Januari itu? Jika Pemkab Madina menyimpannya di bank, barapa bunganya? Dikemanakan bunganya? Lalu mengapa tak dibayar hingga kini? “Entahlah, kami juga tak tahu,” kata seorang guru kepada Mandailing Online, Selasa (16/8/2016). Dia meminta namanya dirahasiakan.

Dia menyatakan dugaannya ada permainan di tubuh Pemkab Madina menyebabkan hak mereka itu tak sampai ke tangan mereka hingga sekarang.

Menurutnya, uang itu uang negara yang ditampung di APBD Madina untuk mereka para guru madrastah. Jika ada pejabat yang memainkannya, maka terlalu sampai hatilah pejabat itu.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Pemkab Madina, Taufiq Lubis yang dikonfirmasi Mandailing Online, Selasa (16/8) via seluler menyatakan bahwa honor guru madrastah itu sudah dalam proses di Bank BRI.

“SK nama-nama guru penerima juga sudah diteken pak bupati. Sehingga kini prosesnya hanya menunggu administrasi di BRI saja,” ujarnya.

Taufiq yang baru beberapa pekan menjabat itu menyatakan sempat melihat berkas keterlambatan pencairan honor guru madrastah itu ketika dia mulai menjabat kepala di Bagian Kesra itu.

“Saat ini tinggal pengadministrasian di BRI. Nanti guru yang langsung ke bank mengambil, biar jangan ada fitnah dibelakang hari,” katanya.

Peliput : Dahlan Batubara

 

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar