Home / Seputar Madina / Infrasruktur jalan Muara Batang Gadis memprihatinkan

Infrasruktur jalan Muara Batang Gadis memprihatinkan

PANYABUNGAN – Kondisi infrasruktur jalan dan jembatan yang ada di Kecamatan Muara Batang Gadis sampai saat ini masih buruk dan memperihatinkan dengan meliputi akses jalan ke Desa Suka Makmur, Aek Godang, Panunggulan dan beberapa desa lainnya.

“Untuk alternatif lainnya menuju desa itu jika musim hujan melalui sungai menggunakan perahu bot jenis robin dengan ongkos Rp.50 ribu/orang. Sedangkan kenderaan yang bisa masuk ke wilayah itu hanya mobil dengan gardang dua, dan untuk melalui jalan itupun walau dengan kendaraan tersebut tetap masih sulit jika musim penghujan,“ ujar Edius Harahap warga Desa Suka Makmur kepada wartawan, kemarin di Panyabungan.

Beliau mengatakan, untuk sampai ke desa mereka yang terletak sekitar 30 Km dari ibu kota kecamatan memerlukan waktu yang diperkirakan mencapai 3 jam dan itupun apabila situasi cuaca jika bagus.

Lain halnya dengan keterangan Holidin Pulungan yang juga salah satu warga Desa suka Makmur mengatakan, pembangunan dan peningkatan jalan ke kawasan mereka tergolong sangat lambat. Karena sudah lebih setengah abad Indonesia merdeka, kawasan tersebut ibarat pembangunan jauh panggang dari api. Jika pun ada pembangunan tidak bisa termanfaatkan dengan baik karena cepat rusak dan diduga pembangunannya tidak maksimal.

Kaur Pemerintahan Desa Suka Makmur, Yusuf menambahkan, masyarakat setempat sangat membutuhkan perhatian dan peng alokasian pembangunan untuk wilayah mereka dalam menunjang perbaikan ekonomi menuju sejahtera.

Selain jalan, juga sangat di butuhkan pembangunan sarana air bersih, madrasah, lampu listrik. Dan di harapkan perusahaan seluler bisa memperluas jaringan selulernya ke wilayah tersebut supaya warga tidak ketinggalan informasi.

Anggota DPRD Madina dari Partai golkar asal Dapem V yang juga putra asli pantai barat, Arsidin Batubara, SE mengakui jalur transportasi di wilayah Kecamatan Muara Batang Gadis masih memperihatinkan. Dan sangat di herankan infrasruktur jalan buruk sementara perusahaan perkebunan banyak mengambil ke untungan dari sana.

“Jikapun sampai saat ini jalan masih bisa di lalui kenderaan, itu karena masih adanya perusahaan perkebunan. Jika tidak, saya yakin pemukiman di kawasan itu banyak yang “tenggelam” di gilas ke adaan,” ujar Arsidin yang juga mantan Aktifis tersebut.

Untuk itu, Arsidin Batubara SE berharap, dikepemimpinan Hidayat – Dahlan sebagai Bupati dan Wakil Bupati saat ini bisa membawa perubahan dan bijak dalam mengalokasikan pembangunan,. Sehingga tidak ada satu desa pun yang merasa di anak tirikan.

Secara pribadi beliau juga berusaha mendorong pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal melalui kebijakan politik, supaya kawasan yang infrasruktur jalannya buruk bisa di perbaiki. Karena infrasruktur jalan merupakan kunci utama untuk meningkatkan perekonomian sebagai implementasi bangkitnya masyarakat itu sendiri dari kemiskinan.(waspada)

Comments

Komentar Anda

One comment

  1. hamdan batubara

    Saya sebagai putra daerah sagat di rugikan oleh keaadan yang sekarang, dulu memang saya blom tau apa yang namanya polotik, sekang saya sudah tau setelah sekian lama saya sebagai putra daerah tepatnya saya di desa hutaimbaru kecamatan muara batanggadis, degan keadaan ini
    Saya sebagai putra daerah berharap pemerintah bisa membagun jalan tranportasi lewat dara agar kami sebagai penduduk yang tertinggal bisa memper lacar perekonomian kami, kalau degan kondisi sekarang, cuman menguntungkan pegusa yang masuk ke daerah kami, kamu tidak mau sam ada pegusaha yang mengambil lahan kami, degan keadaan seperti ini pegusa pegusa leluasa memperluas lahan mereka, harapan saya agar pemeri.tah setempat bisa melihat kondisi kami jagan sampe lahan yang hak kami di ambil orang lain, mudah mudah pemerintah tidak ikut serta untuk mengambil lahan kami terima kasih salam dari saya hamdan batybara

Silahkan Anda Beri Komentar