Home / Pendidikan / Ini Sejarah Ringkas Torkis Lubis Ketua STAIN Madina

Ini Sejarah Ringkas Torkis Lubis Ketua STAIN Madina

Dr. H. Torkis Lubis, Lc., D.E.S.S (foto : UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang)

 

Nama lengkapanya Dr. H. Torkis Lubis, Lc., D.E.S.S. Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin sudah resmi melantiknya sebagai Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal.

Torkis Lubis dilantik di kantor Kementerian Agama RI, Jl. Lapangan Banteng Barat 3-4 Jakarta, Selasa (20/03/2018) bersama 6 ketua Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) lainnya.

Lantas, siapa dan bagaimana gambaran sosok Dr. H. Torkis Lubis, Lc., D.E.S.S ini?

Berdasar rilis wesite UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di http://staff.uinjkt.ac.id disebutkan bahwa Torkis Lubis menamatkan sekolah dasar di Tanggabosi, Mandailing Natal. Lalu melanjutkan jenjang SMP (MTsN) dan SMA (Aliyah) di Pesantren Musthofawiyah Purba Baru.

Tamat dari Musthofawiyah, Torkis Lubis melanjutkan study S1 di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Lalu S2 di Universitas Muhammad V, Maroko. Kemudian S3 di Universitas Muhammad, Maroko.

Di website Di website UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang yakni http://humaniora.uin-malang.ac.id diungkapkan  dosen yang bernama lengkap Dr. H. Torkis Lubis, DESS, ini telah berhasil merambah dunia international. Setelah berhasil menyelesaikan ujian Bahasa Prancis di Jakarta, dosen aktif fakultas Humaniora dan Budaya dan pascasarjana ini mendapatkan kesempatan untuk menguji desertasi di luar negeri, yaitu dengan memperoleh undangan dari Universitas Abdul Malik Sa’di fakultas Adab dan Humaniora di Maroko.

Dalam ujian yang berlangsung selama 2 hari ini, dosen yang akrab dipanggil Bapak Lubis ini juga memperoleh kesempatan untuk menguji bersama dengan beberapa penguji lain yang memang sudah tidak bisa diragukan lagi kemampuannya, mereka adalah M. Hariadi, seorang dosen yang pernah menerjemahkan sebuah pengajian selama bulan ramadhan ke dalam bahasa Indonesia di istana kerajaan Maroko dan tak lupa pula Ali Hanafi yang juga pernah menerjemahkan kitab Al-Muwattha’ karangan Ibnu Malik ke dalam bahasa Indonesia. ”Dengan kegiatan ini, banyak pengalaman yang bisa saya petik untuk disalurkan ke beberapa dosen di UIN,” kenangnya.

Tak hanya itu, Bapak Lubis juga memanfaatkan momentum tersebut dengan beberapa hal positif, mulai dari kerjasama dengan beberapa instansi-instansi penting di Maroko, hingga mencari beberapa buku untuk melengkapi koleksi sebagai referensi yang rencananya akan diletakkan di perpusatakaan Pasca sarjana UIN.”Semoga buku-buku yang saya bawa bisa bermanfaat buat para mahasiswa,” tambah dosen yang juga mengajar di Pasca sarjana ini.

 

Sumber : http://staff.uinjkt.ac.id  /  http://humaniora.uin-malang.ac.id

Editor : Dahlan Batubara

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.