Home / Seputar Tapsel / Istana Tunggang Bosar Ulosi Sultan Palembang

Istana Tunggang Bosar Ulosi Sultan Palembang


TAPSEL- Istana Tunggang Bosar Kesultanan Dasa Nawalu Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) diberi kehormatan untuk mangulosi Sultan Palembang, Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin dan permaisuri di acara parade kirab agung di Festival Keraton Nusantara VII tanggal 26-28 Nopember di Benteng Kuto Besak, Palembang. Selain Sultan Palembang, juga diulosi Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin, Kapolda Sumsel Irjen Pol Hasyim Irianto, dan Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Agus Gunaedi Pribadi
Disampaikan Patuan Bona Bulu mewakili Istana Tunggang Bosar yang berada di Janji Mauli Muara Tais, Kecamatan Batang Angkola, Tapsel, informasi yang mereka terima, Festival Keraton Nusantara VII dihadiri 155 kesultanan dan kerajaan se-Indonesia, termasuk dari luar negeri seperti Kesultanan Brunai, Filipina, Thailand, dan lainnya. Sebelum acara mangulosi yang dilakukan oleh Tongku Sutan Bangun Batari didampingi Namora Endang Bona Harto bersama permaisuri Istana Tunggang Bosar, Naduma Sari Raden Ayu Ispudiastari Siagian, dan Nurintan Harahap gelar Donggur Maria Bulan, diawali dengan persembahan Tortor Naposo Nauli Bulung (NNB) yang anggotanya siswa Pesantren Modern H Baharuddin Harahap yang dibawa di acara tersebut. “Alhamdulillah, itu sebuah kehormatan dan keistimewaan bagi Istana Tunggang Bosar,” ujar Patuan Bona Bulu kepada METRO, Kamis (9/12).

Tidak itu saja, rombongan Istana Tunggang Bosar yang diberangkatkan putra mahkota Patuan Batara Dikalasan, bahwa Tortor NNB dan gordang sambilan yang dipersembahkan selama sejam di acara malam pagelaran seni telah memukau ribuan pengunjung yang memeriahkan acara itu khususnya dapat mengobati sedikit kerinduan perantau Tabagsel di Palembang dan sekitarnya yang ikut menyaksikan acara itu.

“Bahkan sepulangnya dari Palembang, di Jambi kami dijamu makan oleh Haruaya Mardomu Bulung Provinsi Jambi yang diketuai Patuan Bosar,” sebut Patuan Bona Bulu.

Diutarakannya, rombongan Istana Tunggang Bosar yang menghadiri undangan tersebut yaitu Marahamin Harahap gelar Tongku Sutan Bangun Batari bersama Namora Endang Bona Harto, Naduma Sari Raden Ayu Ispudiastari Siagian, Nurintan Gelar Donggur Maria Bulan, Fachrurozi Hasibuan gelar Baginda Haholongan Mangaloksa, Patuan Banggor dan dirinya serta lainnya, mendapat pujian atas masakan khas Padang Bolak yaitu, holat dan silalat naduda (daun ubi tumbuk) yang disajikan di acara tersebut. Ini sebagai salah satu langkah yang dilakukan Istana Tunggang Bosar dalam mengenalkan salah satu masakan khas yang ada untuk dunia luar.

“Istana Tunggang Bosar juga menerima cenderamata berupa keris Mandau dari Kesultanan Kutaringin yang berada di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, yang juga bagian dari sebuah kehormatan bagi Istana Tunggang Bosar. Ini semua kita lakukan demi melanjutkan cita-cita almarhum Sultan H Baharuddin Harahap dalam melestarikan nilai-nilai adat budaya Tabagsel di kancah nusantara hingga dikenal ke luar negeri,” tutur Patuan Bona Bulu mengakhiri. (neo)
Sumber : Metro Tabagsel

Comments

Komentar Anda