Home / Seputar Madina / Jalan Muara Sipongi-Pakantan Kuabangan Kerbau

Jalan Muara Sipongi-Pakantan Kuabangan Kerbau

PAKANTAN (Mandailing Online) – Kerusakan jalan jalur Muara Sipongi-Pakantan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) beberapa bulan terakhir semakin parah.

Kondisi ini menyebabkan waktu tempuh dari Muara Sipongi ke Pakantan memakan waktu yang lebih lama, plus kina menyulitkan mobilisasi barang dan orang.

Pantauan di lapangan, Rabu (14/8/2013), hampir disepanjang jalan ini aspalnya semuanya sudah terkelupas, yang tersisa hanya batu-batu di badan jalan. Kondisi ini diperparah dengan parit jalan yang tidak terurus menyebabkan air masuk ke badan jalan. Akibatnya, air tergenang di badan jalan dengan membentuk kubangan kerbau.

Kerusakan jalan ini semakin lengkap karena di sepanjang jalan terdapat material tumpukan longsor yang jatuh dari bagian atas bukit kemudian menimpa badan jalan.

Material longsoran dibiarkan menumpuk di badan jalan sehingga mengganggu pengguna jalan. Selama ini daerah tersebut memang terkenal kawasan rawan longsor, hampir setiap hujan datang, sepanjang daerah ini akan mengalami longsor di beberapa titik.

Abdul Manap Lintang, salah seorang warga Pakantan mengatakan, kerusakan jalan Muara Sipiongi-Pakantan ini sudah berlangsung hampir lima tahun terakhir. Sejak saat itu, jalur ini tidak pernah diperbaiki sehingga menimbulkan kerusakan parah hampir di semua badan jalan.

“Lihat saja kondisinya, aspalnya sudah terkelupas, jalan ini tidak ubahnya kubangan kerbau. Padahal jalur ini merupakan satu-satunya akses bagi 3.000 warga Pakantan,“ ujarnya.

Dikatakannya, di musim penghujan, kawasan ini pasti longsor. Kalau longsor sudah terjadi, biasanya daerah Pakantan akan terisolir selama 2-3 hari disebabkan harus menunggu alat berat datang dari Panyabungan.

Kondisi ini tentunya akan berdampak kepada ekonomi warga, begitu juga bagi mereka yang tiap hari menggunakan jalan ini, seperti anak sekolah, pedagang, PNS dan lainnya.

Sedangkan Rahmadsyah Lubis. yang juga warga Pakantan mengharapkan agar pemerintah segera memeperbaiki jalan ini.

“Kita mengharapkan agar Pemkab Madina segera memperbaiki jalan ini, sebab keberadaannya sangat urgen bagi warga ke delapan desa di Kecamatan Pakantan. Jalan yang jaraknya sekitar 10 Km ini harus ditempuh dengan satu jam perjalan, bahkan lebih,” terangnya.

Saat ini warga Pakantan merasa seperti dianak-tirikan dengan kecamatan lainnnya yang ada di Madina. Makanya ada yang mewacanakan Pakantan akan bergabung dengan Sumatera Barat kalau Pemkab Madina tidak memperhatikan mereka.

“Sudah hampir lima tahun lebih warga merasakan buruknya infrastruktur jalan ini, namun sampai saat ini belum ada perhatian dari aparat terkait,” kata Rahmadsyah.

Peliput : Maradotang Pulungan
Editor : Dahlan Batubara

Comments

Komentar Anda

One comment

Silahkan Anda Beri Komentar