Home / Seputar Madina / Jalinsum Madina lenggang

Jalinsum Madina lenggang

Intensitas kenderaan melalui jalan lintas sumatera (jalinsum) kota Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, hingga perbatasan Sumatera Barat atau dikenal lintas barat kembali normal.

Kenderaan pemudik yang akan balik ke kota besar dan pulau Jawa tidak lagi banyak terlihat, akibatnya jalinsum itu terlihat lengang dan hanya sesekali kenderaan pemudik yang lewat.

Berdasarkan pantauan petugas polisi di pos pengamanan Operasi Ketupat 2010 di wilayah Polres Mandailing Natal, volume kenderaan pemudik yang melintas sudah mulai jarang.

Dari pos yang terletak dipusat kota Panyabungan itu, tidak lagi ditemukan kendala kemacetan, seperti hari-hari sebelumnya. Karena arus balik sudah berangsur selesai.

Menurut Briptu Rudi Fahrudin, petugas jaga di pos pengamanan Operasi Ketupat, kenderaan pemudik sudah jarang, puncaknya arus balik terjadi pada hari+3 hingga +7.

Pada hari tersebut kenderaan yang melintas hingga tiga unit per lima detikm, sedangkan pada H+8 diperkirakan hanya satu kenderaan pemudik per menit.

“Pantauan kita di pos ini sudah sepi, biasanya arus kendaraan di depan pos ini sering macet, tapi saat ini sudah lancar,” terang Briptu, tadi siang.

Sudah normalnya arus balik juga terlihat di jalan lintas tengah Sumatera, tepat 6 kilometer dari pusat kota Panyabungan. Kenderaan yang lalu lalang terlihat sepi, hanya sesekali kenderaan terlihat beriringan karena adanya bus besar maupun truk yang sedang melintas.

Meski kenderaan pemudik sudah mulai normal, namun pos pengamanan Operasi Ketupat diperpanjang dua hari, hingga H+10 setelah Lebaran karena arus balik diperkirakan masih terus terjadi.

Diperkirakan para pemudik menghabiskan liburannya hingga akhir minggu ini, sebelum melakukan balik ke kota atau menyeberang ke pulau Jawa.

Jalan lintas tengah di Kabupaten Mandailing Natal salah satu jalur sibuk selama musim arus mudik tahun ini, selain kondisi jalannya tergolong bagus, jalur ini ramai dilewati karena menghubungkan provinsi Sumatera Utara dengan provinsi tetangga, seperti Riau. Sumatera Barat, Nanggroh Aceh Darussalam dan menuju pulau Jawa.
sumber: waspada

Comments

Komentar Anda