Home / Seputar Madina / Jalur Jembatan Merah-Simpang Gambir Menyedihkan

Jalur Jembatan Merah-Simpang Gambir Menyedihkan

Satu truk berpaspasan dengan sepeda motor di jalur Jembatan Merah - Simpang Gambir yang hancur

Satu truk berpaspasan dengan sepeda motor di jalur Jembatan Merah – Simpang Gambir yang hancur

PANYABUNGAN (Mandailing Online)Jalan jalur Jembatan Merah – Simpang Gambir, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) di beberapa titik kondisinya sangat menyedihkan.

Di banyak titik badan jalan terdapat lubang besar, sehingga sangat menyulitkan bagi pengguna jalan, bahkan rawan terjadi kecelakaan.

Kondisinya yang paling parah antara lain mulai dari titik Desa Tano Bato Kecamatan Panyabungan Selatan hingga jembatan Aek Milas Kecamatan Batang Natal. Kemudian di titik Ranto Sore – Sigala-gala dan beberapa titik lainnya di Kecamatan Lingga Bayu.

Seorang pengguna jalan, Roni Khairani kepada waratawan, Rabu (23/3/2016) mengatakan, hampir setiap melawati jalan pada titik tersebut dia harus ekstra hati-hati. Sebab banyak aspal yang sudah hancur menimbulkan kubangan yang cukup dalam pada badan jalan.

“Kalau setiap saya pulang ke Kecamatan Sinunukan melewati bebarapa titik di Ranto Sore itu, jalan cukup parah, jika tidak hati-hati betul kenderaan akan terperosok ke dalam kubangan di tengah jalan,” katanya.

“Hampir tiap tahun kita lihat ada terus perbaikan, dan pembangunan, namun tidak menyentuh pada keseluruhan jalan sehingga di pangkal bagus, di ujung akan rusak,” ucapnya seraya menyatakan bahwa di beberapa titik kondisi jalan sudah mulus diaspal.

Di tempat terpisah, pengemudi bernama Ridwan menambahkan, jarak tempuh antara Jembatan Merah dengan Simpang Gambir sekitar 50 Km, namun waktu tempuh bisa mencapai 3 hingga 4 jam dalam perjalanan. “Sekiranya jalanan mulus paling hanya 2 jam,” ungkap Ridwan.

Peliput : Maradotang Pulungan

Editor  : Dahlan Batubara

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar