Home / Seputar Madina / Jamsu Minta Poldasu Usut Idris Batubara

Jamsu Minta Poldasu Usut Idris Batubara

Terkait Rekomendasi Pindah Palsu

Panyabungan(MO)-Kasus dugaan penipuan tandatangan bupati Labura oleh Sekcam Panyabungan, Kabupaten Madina, Drs.Mhd.Idris Batubara, makin panas. Jaringan Aktivis Mahasiswa Sumatera Utara (Jamsu) meminta Poldasu segera memprosesnya secara hukum.

Jamsu juga mendesak Bupati Madina, Hidayat Batubara mengambil tindakan tegas agar kasus ini tak memalukan Madina serta agar publik tak menilai tindakan Idris Batubara itu sepengetahuan Hudayat Batubara selaku sepupu Idris Batubara.

Ketua Jamsu, Iswadi Batubara kepada Mandailing Online, Rabu (1/2) di Panyabungan, menyatakan bila Bupati Madina tidak mengambil tindakan secara tegas, dikhawatirkan akan berdampak kedepan terutama terhadap kepemimpinnya di Kabupaten Madina.

“Bila melihat surat rekomendasi pindah Idris Batubara tertanggal 13 September 2011 tersebut dengan nyata terlihat tanda tangan dari Bupati Labura H.Kharuddin Syah dipalsukan. Dan surat dari Pemkab Labuhan Batu Utara beberapa waktu yang lalu ditanda tangani oleh sekdanya juga tegas menyatakan tidak pernah menerima permohonan pindah atas nama Idris Batubara,” kata Iswadi.

“Jadi melihat hal ini semua serta dibuktikan dengan surat-surat, sudah sewajarnyalah hal ini diproses secara hukum. Jadi kita meminta kepada pihak Poldasu, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, untuk memprosesnya secara hukum dan termasuk orang-orang yang diduga terlibat dalam memalsukan rekomendasi ini,” tegas Iswadi.

Disatu sisi kata Iswadi, terbongkarnya dugaan rekomendasi pindah palsu ini merupakan kelemahan serta tanggungjawab dari Sekda Madina Mhd.Daud Batubara yang tidak menyeleksi berkas dari setiap pegawai yang pindah dari luar daerah ke Madina.

Kasus ini juga dinilai menjadi bumerang bagi Pemkab Madina teurtama kepada Bupati Madina, Hidayat Batubara yang dalam visi misinya menekankan penciptaan pemerintahan yang bersih.

Sementara itu Kabag Humsy dan Protokol Pemkab Madina Haposan Nasution kepada Mandailing Online, Rabu (1/2) mengungkapkan saat ini pihaknya masih menunggu arahan dari Bupati Madina terkait persoaln Idris Batubara.

“Kita masih menunggu keputusan dari Bupati Madina dan masih dalam perjalanan pulang ke Madina,” kata Haposan. (mar)

Comments

Komentar Anda

One comment

  1. PAK JAKSA, DAH JEBLOSKAN AJA! GITU AJA KO REPOT, simplenya menurut hukum pemalsuan jelas telah melanggar hukum itu sendiri. Apalagi yg ditunggu? tar keburu kabur lo!

Silahkan Anda Beri Komentar