Home / Seputar Madina / Jembatan Rantopuran Madina Rawan Kecelakaan

Jembatan Rantopuran Madina Rawan Kecelakaan

Minggu Kemarin Satu Keluarga Terjatuh

jembatan bantu rantopuran 280812PANYABUNGAN (MO) – Sejak jembatan bantu beroperasi di sisi timur jembatan Rantopuran yang ambruk dioperasikan, kecelakaan acap terjadi, terutama bagi pengendera sepeda motor.

Berdasar data dan informasi yang berhasil dihimpun dari warga setempat, jembatan yang dipergunakan pertengahan bulan Maret itu sudah menelan beberapa korban, terutama yang jatuh akibat kurang hati-hati dalam mengendera sepeda motornya. Bahkan berkembang dimasyarakat bahwa sudah dua orang pengendera sepeda motor korban meninggal dunia.

Jembatan bantu ini beroperasi pada Maret lalu paska ambruknya jembatan Rantupuran akhir Pebruari lalu. Jembatan bantu ini merupakan jembatan sementara sebelum pembangunan pengganti jembatan Rantopuran selesai berdiri. Sejauh ini belum diketahui kapan dimulai pembangunan pengganti dimulai kerjakan.

Kecelakaan terkahir terjadi pada Minggu sore, (26/8) dialami satu keluarga penduduk Sayur Matinggi Kecamatan Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan. Nama korban Abdul Wahid (50) bersama istri Murti (45) dan dua orang anaknya atas nama Alwi (6) dan Adek (3). Mereka terjatuh di jembatan tersebut sepulang dari berlebaran dari rumah keluarganya yang ada di Panyabungan.

Akibat kecelakaan itu, Murti mengalami patah tulang lengan sebalah kanan, Alwi menglami luka robek dikepala sementara Adek hanya luka gores dikepala dan Abdul Wahid tidak mengalami luka.

Saksi mata dilokasi mengungkapkan, sepeda motor yang dikendarai satu keluarga ini terjatuh pada saat melewati jembatan. Ditengarai akibat rel kayu yang ada ditengah jembatan tidak rata menyebabkan sepeda motor yang dikenderai Wahid terjatuh.

“Pada waktu kejadian itu kita lihat istrinya sudah berada kenderaan tertimpa,” ujar Nasution, warga yang ikut menyelematkan keluarga Wahid.

Di hari nahas itu, Nasution bersama temannya Zamharir Rangkuti sempat bertanya kepada Wahid kenapa sampai terjatuh. Wahid mengungkapkan bahwa ketika dia melewati jembatan, ternyata permukaan jembatan yang terbuat dari papan kayu tersebut tidak rata sehingga dia terjatuh.

“Bagaiamanlah, saya masih kurang paham dengan kondisi jembatan, dan ketika pas ditengah jembatan ada papan yang tidak rata makanya sepada motor yang saya kenderai oleng tidak bisa dikendalikan sehingga saya bersama keluarga terjatuh,” ujar nasution menirukan ungkapan Wahid.(mar)

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar