Home / Seputar Madina / Jenazah Parbeca Ditemukan di Sungai Dengan Tangan Terikat

Jenazah Parbeca Ditemukan di Sungai Dengan Tangan Terikat

Jenazah Muhammad Nasai Batubara

 

PANYABUNGAN BARAT (Mandailing Online) – Satu mayat pria ditemukan dalam kondisi tangan terikat di sungai Siping-ping, Desa Sirambas, Panyabungan Barat, Mandailing Natal (Madina).

Pria yang teridentifikasi bernama Muhammad Nasai Batubara (46) warga Kelurahan Panyabungan II, Kecamatan Panyabungan. Bekerja sebagai penarik beca bermotor (parbeca).

Seorang wanita bernama Masran, penggembala kerbau warga Sirambas kali pertama  menemukan zenajah itu, Jumat (09/06) sekira pukul 7.30 WIB.

Jenazah itu terbentang di sungai yang dangkal dan berarus pelan di kawasan wisata Sampuraga. Wanita itu berlari meberitahu penduduk setelah melihat mayat. Warga langsung berbondong-bondong ke lokasi mayat dan segera melaporkannya ke polisi.

Sementaara itu, Kapolsek Panyabungan AKP. Agus menyatakan, di tubuh jenazah ditemukan banyak luka robek di bagian kepala, luka robek di wajah, luka memar di lingkaran kedua mata, sementara kelamin mengeluarkan sperma, dan tangan diikat dengan tali warna kuning.

Polisi juga  menemukan 1 palu besi di sekitar lokasi, jeket warna hitam, Sim C atas nama M Nasai Batubara, satu lembar STNK asli.

Sejauh ini polisi masih melakukan pengusutan. Sementara keluarga korban tidak bersedia dilakukan autopsi jenazah.

Sementara itu, Kepala Desa Bararan, Munawar kepada wartawan menyatakan bahwa Almarhum Muhammad Nasai Batubara berasal dan lahir di Barbaran, desa yang berates dengan Sirambas. Setelah menikah berdomisili di Kelurahan Panyabungan II.

Munawar menyatakan, bahwa sesuai informasi dari istri almarhum, Muhammad Nasai Batubara masih ikut berbuka puasa pada Kamis (8/6) di rumahnya, dan keluar rumah di malam harinya.

Tetapi menjelang sahur, Jumat dinihari sekira pukul 03.00 Wib, almarhum tak datang untuk sahur. Nomor HP miliknya juga tak aktif. Sang istri mencoba menghubungi mertuanya di Barbaran, namun, sang mertua menyatakan bahwa almarhum tak ada di Barbaran.

Sang mertua masih sempat menyarankan untuk mencari di sekitar pasar Panyabungan, mana tahu masih menunggu calon penumpang. Akhirnya, almarhum ditemukan di sungai kawasan Sampuraga dalam kondisi wafat pada Jum’at pagi.

Sumber : sidaknews.com /malintangpos online

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar