Home / Seputar Madina / Kadis PU Dituding Ingkar Janji, Realisasi PAPBD Makin Mengkhawatirkan

Kadis PU Dituding Ingkar Janji, Realisasi PAPBD Makin Mengkhawatirkan

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kerumitan pelaksanaan PAPBD 2-14 Mandailing Natal (Madina) di sektor fisik makin parah. Selain waktu pelaksanaan diperkirakan tak mencukupi sampai 20 Desember 2014, kasus dugaan pengutipan uang pun mulai mengemuka.

Kondisi ini dikhawatirkan akan memacetkan realisasi PAPBD (Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) di sektor konstruksi, sebab ditengah banyaknya masalah, timbul pula masalah baru akibat kasus dugaan pengutipan uang penyebab kericuhan antara kontraktor dengan pejabat Pemkab Madina.

Dalam sepekan terakhir, puluhan orang kontraktor saat ini mencari Kepala Dinas Pekerjaan Umum Madina, Risfan Julyardi ST bersama Kabid Ciptakarya, Akhyar Rangkuti.

Rekanan menuding Risfan dan Akhyar mengutip uang jutaan kepada masing-masing kontraktor dalam memuluskan penghunjukan langsung paket proyek yang berjumlah sekitar 200 paket. Namun, proyek yang dijanjikan tak diperoleh para kontraktor.

“Mana Kadis kalian, dasar munafik. Uang sudah dikasih, proyek tak ada,” ucap salah seorang rekanan yang marah-marah di kantor Dinas PU Madina, Senin (17/11).

“Mereka memintai uang sama kami dan menjanjikan proyek, ‘uang pendahuluan’ ini sudah lama membudaya di daerah kita, kalau tidak uang mana bisa dapat proyek. Ironisnya, setelah permintaan mereka dikabulkan, malah paket yang dijanjikan tidak ada, ada sebagian yang mendapat tapi jumlahnya tidak sesuai dengan perjanjian,”‎ sebut salah seorang rekanan bermarga Lubis.

Sejumlah staf di Dinas PU mengatakan bahwa proses penghunjukan langsung paket proyek di instasi itu belum selesai ditengah makin menipisnya waktu menjelang 20 Desember sebagai limit pelaksanaan anggaran belanja APBD.

Sejauh ini belum diperoleh keterangan dari Kepala Dinas PU Madina, Rispan Julyardi karena tak berada di kantornya, sementara nomor HP juga tak berhasil dihubungi karena tak aktif.

 

Peliput : Ridwan

Editor  : Dahlan Batubara

 

 

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar