Home / Seputar Madina / Kampoeng Kaos Madina Tampilkan Kekayaan Daerah

Kampoeng Kaos Madina Tampilkan Kekayaan Daerah


Panyabungan. Meski baru beberapa bulan berdiri namun pasar Kampoeng Kaos Madina (KKM) sudah merambah ke luar daerah bahkan luar Propinsi Sumatera Utara (Sumut).
KKM yang dikelola oleh generasi muda Mandailing Natal (Madina) di Jalan Jambu Lintas Timur Sipolu-polu Kecamatan Panyabungan ketika dijambangi MedanBisnis, Minggu (21/11) terlihat sibuk mempersiapkan pesanan dari berbagai pihak maupun untuk persediaan. Disain t-shirt yang menampilkan gambar-gambar kekayan Madina baik budaya, kesenian daerah maupun tempat parawisata lainnya cukup diminati.

Kumpulan generasi muda di bawah pimpinan/menejer Amaluddin ini awalnya dari keinginan untuk menyalurkan bakat terpendam dalam diri mereka. Sehingga terbentuklah Kampoeng Kaos Madina meskipun awalnya banyak rintangan.

“Berdirinya KKM ini tahun 2009 dengan nama Maulana Production dan berubah menjadi Kampoeng Kaos Madina pada pertengahan tahun 2010. Dengan tekad yang kuat dan dukungan dari kawan-kawan kami mulai mengelolanya secara profesional,” ujar Amaluddin.

Setelah KKM berdiri, mereka menjain kerja sama dengan berbagai pihak seperti PT Caladi Lima Sembilan Bandung dan BTPN (Bank Tabungan Pensiunan Nasional).

“Selain di beberapa kabupaten/kota di Sumut pemasarannya juga sudah sampai ke Pekan Baru, Sumatera Barat, serta di Hotel Payaloting Internasional,” terang Amal.

Dikatakan, selain disain t-shirt mereka juga mulai membuat batik ala Madina dengan motif gordang sambilan dan bagas godang Mandailing. “Selain itu, kami juga menyediakan berbagai buah tangan muali dari miniatur Bagas Godang, Gordang Sembilan, mainan kunci, dan gelas antik dengan tetap fokus pada kekayaan bumi Mandailing,” jelasnya.

Untuk saat ini kata dia, jumlah karyawan berjumlah 25 tenaga kerja yang terdiri dari 15 karyawan tetap dan 10 karyawan lepas. “Memang setiap usaha pasti ada kendala, begitu juga dengan KKM ini masih terkendala dalam permodalan dan kurangnya perhatian pemerintah daerah. Begitupun kami tetap memiliki semangat,” ujarnya.

Disebutkan, pihaknya ditawari Sekretaris Dewan Kerajinan Sumut untuk mengikuti pameran seni di Penang Malaysia awal tahun 2011 mendatang.

Dijelaskan Amaluddin, baru-baru ini lokasi mereka dikunjungi istri Bupati Madina yang tertarik dengan karya-karya mereka. “Selain itu, karyawan beberapa perusahan yang ada di daerah juga sudah membeli kaos KKM dan beberapa buah tangan lainnya untuk dibawa sebagai oleh-oleh,” terangnya.

Hasan Fuad Ray, seorang perantau mengaku bangga atas ide kreatif generasi muda Madina ini. Apalagi kualitas kaos yang ditawarkan dan hasil desainya bisa bersaing karena itu pemda harus memberikan dukungan. (Zamharir rangkuti)
Sumber : Medan Bisnis

Comments

Komentar Anda