Home / Seputar Madina / Kasus Bibit Padi Diduga Kadaluarsa, Dinas Pertanian Madina Tetap Bertanggungjawab

Kasus Bibit Padi Diduga Kadaluarsa, Dinas Pertanian Madina Tetap Bertanggungjawab

Mandailing Online ketika memeriksa salah satu sawah petani di Gunung Tua Julu

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejauh ini belum diketahui secara pasti apakah bantuan bibit padi  terduga kadaluarsa yang diterima petani berasal dari Dinas Pertanian Sumut atau Dinas Pertanian Madina.

 “Walau begitu, Dinas Pertanian Madina menurut saya tetap di posisi bertanggungjawab, sebab jikapun dari provinsi, tetap saja Dinas Pertanian Madina yang biasanya dihunjuk sebagai penyalur kepada petani di daerahnya, dan biasanya Dinas pertanian Madina pun akan menggandeng BP3K di kecamatan menyalurkannya kepada kelompok tani,” ujar pamerhati pertanian, Arman Daulay kepada Mandailing Online, Rabu (8/2/2017) via telefon seluler.

Menurutnya, jika bibit itu kadaluarsa atau bukan kadaluarsa, bisa diketahui dari tulisan di bungkusan pembungkus bibit. Selain itu, jika Dinas Pertanian Madina dihunjuk menyalurkan di daerahnya, tentu pejabat di Dinas Pertanian sudah bisa mengatahui cirri-ciri bibit yang baik dan bukan baik.

“Sebab, pemastian bibit itu masih baik atau tidak wajib dilakukan agar bibit yang sampai di tangan petani penerima bantuan terpastikan sebagai benih yang masih baik,” katanya.

Sekedar diketahui, petani di beberapa desa kawasan Gunung Tua Raya Kecamatan Panyabungan merasa ditipu oleh pemerintah daerah . Pasalnya bibit padi yang disalurkan kepada petani dicurigai sebagai bibit kadaluarsa.

Sejumlah petani di Gunug Tua kepada Mandailing Online, Selasa (7/2/2017) banyak ditemukan bibit tak berkecambah dengan baik, sehingga petani menggantinya dengan bibit lain.

“Banyak yang kecewa, bibit tidak muncul kecambah. Banyak yang kecambahnya Cuma 30 persen. Ya, terpaksa diktukar dengan bibit lain,” kata Lubis di Gunung Tua Julu.

“Bibit yang kuterima banyak yang ‘bur-buron’,” ungkap Nasution petani di Gunung Tua Iparbondar. “Bur-buron” adalah kondisi padi yang berlobang akibat banyak factor termasuk serangan kutu beras.

Mandailing Online tak berhasil menemui Kepala Dinas Pertanian Mandailing Natal (Madina), Taufik Zulhandra Ritonga, ketika Mandailing Online mendatangi kantornya, Rabu (8/2/2016). Kepala Bidang Holtikultura, Juli juga tak ditemukan di kantor itu.

Berdasar pengakuan seorang pegawai wanita, bahwa bibit yang disalurkan dalam bentuk bantuan kepada petani di kawasan Gunung Tua Raya itu merupakan bantuan Dinas Pertanian Sumatera Utara.

 

Editor    : Dahlan Batubara

 

    

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar