Home / Seputar Madina / Kemerdekan Diraih Dengan Nyawa dan Air Mata

Kemerdekan Diraih Dengan Nyawa dan Air Mata

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mempertahankan dan mengisi kemerdekaan itu harus dengan pembangunan di segala bidang kehidupan serta mewujudkan adil dan makmur yang merata material dan spritual berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Perjalanan sejarah bangsa Indonesia penuh dengan gelimang darah dan air mata, ribuan jiwa wafat untuk meraih, mempertahankan dan membela kemerdekaan dan bendera merah putih.

Oleh karenanya, jangan tersia-siakan pengorbanan para pejuang terdahulu dalam merebut kemerdekaan Indonesia.

Itu ditekankan Wakil Bupati Mandailing Natal (Madia), Dahlan Hasan Nasution ketika mengukuhkan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) di pelataran parkir kantor bupati, Kamis (15/8).

“Para Pasukan Pengibar Bendera merah putih dikukuhkan yang bermakna bahwa Paskibra berjiwa kesatria, satunya perkataan dan perbuatan, bertanggung jawab dan rela berkorban untuk ibu pertiwi,” ujar Dahlan.

Dikatakannya, pembinaan generasi muda sebagai generasi pewaris nilai-nilai luhur budaya dan penerus cita-cita perjuangan bangsa dan insan pembangunan, harus diarahkan agar menjadi kader pemimpin bangsa yang berjiwa Pancasila, disiplin, cerdas, mandiri, beretos kerja, tangguh dan memiliki idialiesme yang kuat.

“Bendera merah putih merupakan identitas negara, lambang kedaulatan dan kehormatan bangsa yang diraih melalui proses panjang penuh tantangan dan pengorbanan jiwa raga serta harta benda yang terukir dalam suatu peristiwa besar sejarah perjuangan bangsa kita,” ungkapnya.

“Dari keadaan itulah saya berharap kepada semua anggota Paskibra agar bertekad untuk memberikan yang terbaik dalam menunaikan tugasnya mengibarkan bendera merah putih pada upacara HUT RI ke-68 di Madina. Untuk itu para anggota Paskibra agar dapat menjaga stamina, ciptakan suasana gembira, harmonis dan disiplin,” harapnya.

Peliput : Maradotang Pulungan
Editor : Dahlan Batubara

Comments

Komentar Anda

One comment

Silahkan Anda Beri Komentar