Home / Seputar Madina / Keturunan Mandailing Malaysia Kembali Menginjakkan Kaki di Tanah Leluhur

Keturunan Mandailing Malaysia Kembali Menginjakkan Kaki di Tanah Leluhur

Kunjungan di Bagas Godang Panyabungan Tonga (kiri). Di Bagas Godang di Hutanagodang, Ulu Pungkut (kanan)

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak 12 orang keturunan Mandailing di Malaysia melakukan muhibah ke tanah leluhur.

Rombongan yang bertajuk “Mulak Tu Huta” itu berlangsung dari tanggal 27 November hingga 2 Desemeber 2017.

Mereka mengunjungi berbagai tempat bersejarah di kawasan Padang Lawas, Tapanuli Selatan dan Mandailing Natal.

“Di Mandailing Natal, mereka kami bawa ke Bagas Godang Panyabungan Tonga, Bagas Godang di Hutanagodang, Ulu Pungkut dan menyaksikan pagelaran Gordang Sambilan di Huta Siantar seraya diikutkan dalam rangkaian Manortor,” kata Dahlan Batubara perwakilan Mandailing Malaysia di Panyabungan.

Kegiatan “Mulak Tu Huta” merupakan program rutin saban tahun yang diselenggarakan Ikatan Mandailing Malaysia-Indonesia (IMAMI) dan telah berlangsung sejak tahun 2012 lalu.

Kegiatan “Mulak Tu Huta” itu diprogramkan sebagai upaya menyahuti dorongan kerinduan para keturunan Mandailing di Malaysia menginjakkan kaki di tanah leluhur mereka di Mandailing.

Keturunan Mandailing di Malaysia hingga kini diperkirakan lebih dari 500 ribu jiwa yang menyebar di berbagai negeri di Malaysia. Kaum Mandailing bermigrasi ke tanah Semenanjung sejak era 1800-an.

Rombongan dipimpin Setia Usaha IMAMI Malaysia, Ramli bin Abdul Karim Hasibuan.

Dahlan mengungkapkan, rasa haru menyelimuti perjalan rombongan selama di tanah leluhur Mandailing.

“Mayoritas dari mereka tak lagi mengetahui letak kampung buyut mereka diakibatkan keterpisahan selama ratusan tahun dari tanah leluhur. Oleh karenanya, menginjakkan kaki di tanah leluhur ini sudah merupakan kebahagiaan dan keterharuan bagi mereka, sebab kerinduan terhadap tanah leluhur dapat terobati” katanya.

Peliput : Muhammad Rizki Lubis

 

 

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar