Home / Artikel / Kiprah Kampoeng Kaos Madina Dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif

Kiprah Kampoeng Kaos Madina Dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif

Aktifitas dan produk Kampoeng Kaos Madina

Mandailing Natal khususnya dan Sumatera Utara umumnya membutuhkan kelahiran pelaku-pelaku usaha yang mampu menggerakkan ekonomi, terutama industri kreatif. Kebutuhan itu, bukan saja dalam upaya menyedot tenaga kerja dalam mengurangi jumlah pengangguran, tetapi jauh lebih luas adalah kian meningkatnya gerak dinamika ekonomi, pergerakan arus nilai tambah suatu daerah hingga menguatnya daya saing di pentas regional maupun global yang semakin mengarah pada pasar bebas.

Merintis satu usaha bukan perkara mudah. Dibutuhkan daya juang dan jiwa tarung yang kuat, kesabaran, keuletan dan komitmen membangun kepercayaan. Oleh karenanya, perintis-perintis usaha merupakan entrepreneur-enterpreneur yang harus mendapatkan ruang gerak agar terus maju dan makin kuat dalam tataran dinamika perekonomian suatu daerah bahkan perekonomian negara.

Penganugerahan penghargaan yang diberikan oleh Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi pada tanggal 22 Desember 2016 kepada Sobir Lubis,SH selaku purna bhakti Karang Taruna Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang telah sukses merintis dan mengembangkan industri kreatif di bidang seni budaya merupakan penghargaan yang sangat tepat diberikan oleh gubernur.

Mengapa disebut tepat ? Karena Kampoeng Kaos Madina (KKM) yang dirintis dan dikembangkan Sobir Lubis telah memperlihatkan “semangat baru” terhadap lahirnya industri-industri kreatif di Kabupaten Madina maupun Sumatera Utara.

Semangat mendirikan KKM ini diharapkan mampu memberikan gambaran contoh bagi generasi muda untuk bangkit dan mendirikan usaha-usaha, sehingga lahir enterpreneur-enterpreneur baru di daerah ini.

Sejak didirikan sekitar lima tahun lalu, KKM masih berskala kecil dengan jumlah karyawan masih hitungan jari tangan serta jenis produk yang masih satu macam yakni kaos. Tetapi, seiring perjalanan waktu, satu persatu jenis produk bertambah dan jumlah karwayan juga naik.

Kini KKM telah memiliki 107 karyawan, dimana 70 persen adalah pekerja lokal, sedangkan 30 persen pekerja profesional dari Jawa Barat. Jenis produk saat ini meliputi tenun kain, tikar rotan atau bide, cangkir takar, konveksi dan samblonan serta memproduksi gordang sambilan.   

Sejumlah petinggi, tokoh, dosen hingga turis manca negara telah mengunjungi KKM, diantaranya Anggota DPR RI, Gus  Irawan Pasaribu; Ketua Kadin Sumut, Ivan Batubara ; Ketua PKK Sumut, Ny. Hj. Sutias Handayani ; Tokoh Hukum nasional, Todung Mulya Lubis; Dosen di Universitas Utrecht, Blanda, Dr.Hayyan Ul Hag SH, LL.M dan lainnya hingga turis dari Malaysia juga sudah kerap kali mendatangi Kampoeng Kaos ini.

Kita berharap, sebagai indutri kretaif yang bergerak di bidang seni budaya, KKM ini terus melaju, makin mengembangkan sayap, karena Kabupaten Madina dan Sumatera Utara membutuhkan pertumbuhan industri-indutri kreatif yang bukan saja dalam upaya meningkatkan daya saing di pentas perekonomian nasional tetapi juga di pentas perdagangan bebas global. Bukan saja dalam upaya perluasan lapangan kerja, tetapi juga menguatnya marketing kekayaan potensi budaya.      

 

Komentar  Terhadap KKM

 

Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi:

Terimaksih kepada penerima Purna Bahkti Karang Taruna yang mengembangkan industri kreatif yang tentunya telah berperan serta dalam mengurangi jumlah pengangguran.

Ke depan saya berharap agar Kampoeng Kaos Madina dapat dijadikan sebagai ikon marketing industri kereatif.

 

Bupati Mandailing Natal, Drs. H. Dahlan Hasan Nasution:

Saya sangat menyambut positif gagasan yang diusung Kampoeng Kaos Madina ini. Dan saya mengucapkan selamat kepada Adinda Sobir Lubis yang telah menerima penghargaan dari Bapak Gubernur Sumatera Utara.

Semoga peran serta beliau dalam pengentasan pengangguran di Madina senantiasa berhasil guna. Dan saya selaku bupati sudah mengaplikasikan apa yang selama ini menjadi ganjalan atau hambatan kepada kita, yaitu masalah hak indikasi geografis Kopi Mandailing yang kini telah diterbitkan pemerintah pusat. Dan saat ini kita sudah membuat percontohan kebun kopi yang diharapkan akan berdampak luas bagi timbulnya semangat rakyat untuk berkebun kopi.

 

Ketua Karang taruna Sumut, Solahuddin Nasution :

Saya sudah lama mengenal Sobir Lubis. Bahkan kami sudah pernah melakukan study banding bagaimana terciptanya suatu wadah yang mengangkat ekonomi kreatif.

Usaha yang dirintis Saudara Sobir Lubis yang juga mantan Ketua Karang Taruna Madina ini  sudah saya lihat langsung bagaimana keseriusan beliau dalam menekuni industri kreatif. Bahkan, Ketua Karang Taruna Indonesia, Dodi Susanto pun sudah berkunjung ke Kampoeng Kaos Madina jauh sebelum sekarang ini perkembangannya.

 

Pimpinan KKM, Sobir Lubis, SH :

Saya mengucapkan terimakasih kepada Bupati Madina Drs. H. Dahlan Hasan Nasution yang senantiasa mensupport kami selaku penggiat indutri kreatif, sehingga kami memperoleh berbagai penghargaan dan menjadi salah satu kelompok yang bisa mengurangi debit pengangguran di tengah-tengah tingginya dekadensi moralitas di kalangan generasi muda yang terlibat narkoba.

Editor  : Dahlan Batubara

 

 

 

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar