Home / Seputar Tapsel / Kopi Luwak Mandailing Dipromosikan ke Jepang

Kopi Luwak Mandailing Dipromosikan ke Jepang

TAPSEL, – Organisasi perdagangan dan industri Jepang (The Japan Chamber of Commerce and Industry International Division) melalui Mr Hiroyuki Amaya, bermitra dengan Forum Pengelolaan DAS Lintas Kabupaten dan Lembaga Sipirok Lestari, membuka peluang promosi kopi luwak Sipirok dan Pakantan ke Provinsi Sizuoka dan Fukuoka di Jepang.

Seperti yang dikatakan ketua Forum Pengelolaan DAS (Daerah Aliran Sungai) Lintas Kabupaten Awaluddin Pulungan, Minggu (22/9).

“Sebelumnya kita juga sudah melakukan pembicaraan dan bisnis maching di kantor konsulat Jepang di Medan pada pertengahan Mei 2013, disaksikan oleh Konsul Jepang Mr Yuji HAMADA,” kata Awal.

Disebutkan, untuk memancing minat investor kopi luwak agar lebih giat dan gemar berinvestasi di daerah ini, Forum Pengelolaan DAS bersama Lembaga Sipirok Lestari telah melaksanakan inisiasi “Luwak Coffee Morning” bersama beberapa pelaku usaha pengelola coffee shop yang khusus diundang dari Jepang untuk melihat langsung proses pembuatan kopi luwak di Workshop Kopi Luwak milik Lembaga Sipirok Lestari di Medan.

“Kemudian dilanjutkan berkunjung ke lokasi-lokasi kebun kopi organik masyarakat binaan Forum Pengelolaan DAS yang lokasinya di daerah kawasan Desa Sialaman, Sipirok, Tapsel, dan Desa Pakantan, Mandailing Natal, bersama Mr Atsuhiro Tsunoda, Tour Leader Kopi Luwak dari Tokyo,” ujarnya. Dijelaskannya, akhir tahun 2013 ini, mereka akan mempromosikan potensi sumber daya alam kopi luwak Sipirok dan Pakantan ini ke Prefectur (provinsi) Obihiro di Hokkaido.

Direktur Lembaga Sipirok Lestari Irsan Simanjuntrak SP, melalui Divisi Pemasaran Luar Negeri Drs Tono Sareng juga menjelaskan, potensi sumber daya alam kopi luwak yang akan dipromosikan ke Prefecture Obihiro, Hokkaido tersebut yaitu kopi luwak premium.

“Selama ini, dalam menarik investor asing, hanya dilakukan melalui pertemuan para pengusaha nasional dan asing di Jakarta dan daerah lain. Sehingga hasilnya terkesan lamban dan kurang optimal,” ujarnya.

Yang terpenting menurut Tono, dengan upaya pertemuan bisnis langsung dari setiap stakeholder, akan memberikan dampak positif terhadap kelangsungan petani kopi organik dan perkembanganbiakan luwak (musang) dengan komitmen kemitraan yang kuat dengan Forum Pengeloaan DAS Lintas Kabupaten, selaku penyuluh konservasi dan lingkungan di tingkat grass root pada petani kopi organik Sialaman dan Pakantan.

“Mempromosikan potensi daerah ini penting, karena akan meningkatkan nilai tambah perekonomian dan kesejahteraan masyarakat petani kopi. Bisa dibayangkan, jika kami mampu menarik investor untuk berinvestasi di Sipirok dan Pakantan, dengan pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya masyarakat akan mengalami peningkatan,” terangnya.

Dikatakan, mereka akan gabung dengan Paket Minat Wisata Alam Kopi Luwak Tour, dimana setiap kunjungan wisatawan Jepang akan menikmati kopi luwak di lading-ladang kopi masyarakat yang alami. Jika beruntung, wisatawan dapat langsung melihat luwak di alam liar kebun kopi, sehingga dapat memberi dampak ekonomi yang jamak.

Tono menambahkan, untuk saat ini permintaan kopi luwak sangat tinggi dan belum terpenuhi. Itu diakibatkan keterbatasan areal kebun kopi alami yang organik dan ramah lingkungan.

“Dimana pihak buyer atau peminat kita dari Jepang menginginkan dari kebun kopi yang alami dan tidak dari lahan bekas tebangan kawasan hutan. Ini sangat menggembirakan buat kami yang perduli dengan konservasi hutan dan Pengeloaan DAS terpadu. Dengan permintaan 20 Kg kopi luwak per bulan, merupakan bonus dari alam buat petani kita di kawasan ini,” terangnya.

Sehingga pihaknya berharap, dengan adanya memorandum dengan beberapa buyer Jepang, target 500 Kg kopi luwak per tahun dapat terpenuhi. Tentunya dengan semangat kesadaraan lingkungan dan eksistensi harmonisasi alam dengan luwak (musang) dapat terjaga dengan kepedulian semua stakeholder yang ada.

“Mudah-mudahan usaha kerjasama ini berkelanjutan untuk mempromosikan potensi daerah kopi luwak premium dan wisata alam luwak tour Silaman dan Pakantan, dimana orang lain akan mengetahui potensi SDA Kopi Luwak ini jika tidak ada promosi partisipatif ke negara lain,” pungkasnya mengkairi. (metro)

Comments

Komentar Anda

2 comments

Silahkan Anda Beri Komentar