Home / Berita Sumut / Kota Padang Kekurangan Tenaga Kesehatan

Kota Padang Kekurangan Tenaga Kesehatan


PADANG :
Pelayanan kesehatan di Kota Padang Provinsi Sumatra Barat dihadapkan masalah kurangnya tenaga kesehatan, baik dokter, paramedis dan petugas administrasi, kata Walikota Padang, Fauzi Bahar.

Hingga akhir 2010, pelayanan kesehatan di Padang masih kekurangan 14 orang dokter, dari kebutuhan 80 orang baru tersedia 66 orang dokter, kata Fauzi Bahar dalam laporan pertanggungjawaban Walikota 2010 di Padang, Sabtu 16 Juli 2011.

Kemudian, untuk tenaga perawat di Padang baru ada 203 orang, sedangkan kebutuhannya 228 orang sehingga ada kekurangan sebanyak 25 orang perawat.

Tenaga bidan sebanyak 231 orang dari kebutuhan sebanyak 276 orang sehingga ada kekurangan tenaga bidan sebanyak 36 orang.

Selanjutnya, untuk tenaga perawat kesehatan gigi membutuhkan sebanyak 40 orang sedangkan yang tersedia hanya 30 orang sehingga ada kekurangan 10 orang dan tenaga sanitarian dibutuhkan 34 orang, yang tersedia 31 orang hingga kekurangan tiga orang.

Berikutnya, jumlah tenaga petugas gizi yang ada di Padang baru 26 orang dari kebutuhan sebanyak 43 orang dan terjadi kekurangan tenaga mencapai 17 orang.

Begitu pula tenaga rekam medis di Padang baru tersedia sembilan orang dengan kebutuhan sebanyak 20 orang sehingga ada kekurangan tenaga sebanyak 11 orang.

Tenaga tata usaha kesehatan sebanyak 46 orang namun yang tersedia hanya 34 orang dan terjadi kekurangan sebanyak 12 orang.

Selain mengalami kekurangan tenaga kesehatan, perkembangan penambahan jumlah ketersediaan sarana dan prasarana bidang ini di Padang, juga tergolong rendah padahal fasilitas memadai sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Sarana prasarana kesehatan yang bertambah di Padang hingga akhir 2010 hanya jumlah pos kesehatan keliling (Poskeskel), menjadi 23 unit dari sebelumnya 19 unit pada 2009.

Dari tujuh jenis sarana prasarana kesehatan di Padang selama 2010, hanya satu yang mengalami peningkatan yakni Poskeskel, sedangkan lima item jumlahnya tetap dan satu item berkurang.

Sarana prasarana yang berkurang jumlahnya adalah kendaraan roda-4 layanan kesehatan dari sebelumnya 2009 sebanyak 28 unit turun menjadi 26 unit pada 2010.

Sedangkan sarana prasarana kesehatan yang tidak mengalami perubahan jumlahnya selama 2010 adalah, Puskesmas masih tetap 20 unit, Puskesmas Pembantu tetap sebanyak 62 unit, Puskel bertahan 21 unit.

Jumlah Posyandu masih tetap sebanyak 864 unit dan kendaraan motor roda-2 untuk layanan kesehatan masih bertahan sebanyak 140 unit.(an)
Sumber : eksposnews.com

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar