Home / Editorial / KTNA dan Pertanian Madina

KTNA dan Pertanian Madina

Pengurus baru Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Mandailing Natal (Madina) telah dilantik pada Kamis (20/3/2014). Tentunya kita berharap peran KTNA ini mampu lebih memperbanyak inovasi di sektor pertanian, baik dari sisi intensifikasi mapun eksentifikasi pertanian dan dunia nelayan.

Pada kesempatan itu Plt Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution dan naskah pidatonya menyatakan bahwa saat ini program pembangunan ekonomi pada sektor pertanian lagi giat-giatnya dilaksanakan. Tantangan pembangunan pertanian di masa depan juga akan semakin berat. Tuntutan bukan hanya meningkatkan produksi untuk memenuhi kebutuhan dasar yang terus meningkat seiring dengan bertambahnya penduduk. Lebih dari itu adalah upaya meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Peran KTNA dalam transfer tehnologi sangat penting sebagai pelopor dan penggerak petani dalam menerapkan teknologi hasil penelitian-penelitian.

Meningkatnya produksi pertanian sangat diperlukan penguasaan teknologi, dukungan sarana produksi, dukungan sarana prasarana pertanian. Dalam hal ini perlu adanya upaya dalam pemenuhannya melalui pembenahan saluran/handil maupun jalan usaha tani.

Penyelenggara penyuluhan pertanian pada era otonomi daerah adalah menjadi tugas pokok dan tanggung jawab pemerintah daerah, penyuluh pertanian dari pemerintah maupun penyuluhan swakarsa.

Keberhasilan penyuluhan pertanian berkorelasi langsung dengan berhasilnya pembangunan pertanian. Anggota KTNA yang notabene adalah penyuluhan swakarsa harus berorientasi agribisnis, dalam hal ini KTNA memerlukan pendekatan struktural dan kultural.

Dari sisi struktural, anggota KTNA harus bisa memberdayakan petani terhadap aspek-aspek agribisnis sebagaimana suatu sistem yang saling mengait. Agribisnis menuntut efesiensi yang tinggi berorientasi pada kehendak pasar, mampu bersaing dalam mutu, jumlah, keteraturan, ketepatan waktu dan harga.

Sementara sisi kultural, anggota KTNA harus bisa manumbuhkan karsa bahwa petani harus maju dari keadaan sekarang dan harus tumbuh keinginannya untuk mencari sesuatu “need for achievement”

Jika selama ini anggota KTNA sudah berhasil merubah perilaku petani dalam melaksanakan “new practices” berusaha tani, tetapi belum diiringi dengan peningkatan personality dan achivement oriented.***

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar