Home / Seputar Madina / KTNA Madina Rembug Perdana, Bahas 5 Issu Pertanian Perkebunan

KTNA Madina Rembug Perdana, Bahas 5 Issu Pertanian Perkebunan

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Setelah dilantik bulan lalu, pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Mandailing Natal (Madina) melakukan rembug pertama, Kamis (24/4/2014) membahas sekitar 5 poin issu pertanian dan perkebunan.

Upaya mengembangkan kembali jeruk maga di kawasan Sibanggor menjadi salah satu topik bahasan. Jeruk Maga yang sempat terkenal dari Madina sempat punah akibat serangan virus dan cendawan beberapa tahun lalu. Saat ini para petani di Sibanggor sudah mulai tumbuh lagi gairahnya menanam jeruk manis yang terkenal itu.

Rembug dipimpin Ketua KTNA, Rosmala Dewi didampingi Ahli Andalan, Ponimin S dan Sekretaris Adip Nasution.

Selain itu KTNA juga akan mendorong kawasan Sibanggor menjadi sentra holtikultura di Madina. Sebab, alam Sibanggor merupakan kawasan yang sangat bagus bagi tanaman holtikultura.

Di sisi lain, kondisi lahan persawahan sekitar 30 hektar yang sudah berubah menjadi bekas tambang emas di Kecamatan Lingga Bayu membutuhkan penanganan serius untuk dikembalikan fungsinya menjadi sawah kembali.

Hamparan sawah itu dalam beberapa tahun terakhir berubah menjadi ladang tambang emas oleh para petani setempat akibat tergiur pada bijian emas yang dikandung tanahnya. Kini para petani sudah berhenti mendulang emas akibat menipisnya perolehan bijian emas, tetapi tak mampu mengkonversi lokasi itu menjadi persawahan kembali.

Topik bahasan lainnya adalah persolalan penurunan produksi kakao di Panyabungan Timur akibat rendahnya sumber daya manusia dalam tehnologi budidaya kakao. KTNA harus turun tangan melakukan koordinasi, diskusi dan penanganan lanjutan.

Di kawasan Panyabungan Utara, KTNA juga perlu mendorong pengembangan pembuatan pupuk organik terintegrasi.

Editor : Dahlan Batubara

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar