Home / Seputar Madina / Kualitas Pembangunan Jalan Setapak Sangat Rendah

Kualitas Pembangunan Jalan Setapak Sangat Rendah


Panyabungan,

Sejumlah warga Desa Sundutan Togo, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) meminta Kepala Dinas Pekerjaan Umum Madina meninjau pembangunan jalan setapak sepanjang 180 meter yang mempunyai kualitas yanga sangat rendah sebab campuran semen dan pasir sudah bias dicakar ayam.

“Harapan warga atas sebuah pembangunan dari Pemkab Madina selama ini dengan terbangunnya sebuah jalan setapak di tengah-tengah perkampungan warga dan saat ini sudah terwujud. Akan tetapi pembangunan jalan tersebut diduga tidak akan berumur panjang karena kontraktor yang memegang kuasa penyedia jasa punya niat yang tidak baik. Sebab kualitas bangunan tersebut sangat rendah karena campuran semen dengan pasir sangatlah rendah sehingga bangunan tersebut dipijak anak-anak saja sudah hancur,” sebut Fahruddin (53) salah seorang tokoh masyarakat Sundutan Tigo, Selasa (16/08/2011) lalu.

Dikatakannya, sebelumnya warga sudah menegur pihak pemborong yang melakukan pembanunan jalan setapak diperkampungannya agar memperhatikan kualitas dan kuantitas suatu bangunan sebab pembangunan jalan setapak ini akan dipergunakan warga secara jangka panjang, namun pihak pekerja dan pemborong tidak mengupris apa yang telah disampaikan warga sehingga bangunan yang sudah selesai sudah banyak yang rusak karena dilewati anak-anak.

“Baru berumur satu minggu, pembangunan jalan setapak tersebut sudah hancur, ini diduga akibat dari pemborongan yang ingin mencari keuntungan sebanyak-banyaknya karena jauh dari pantauan berbagai elemen yang melakukan social kontrol, karena dari awal saja niat baik dari pihak pemborong (kontraktor) sudah tidak baik karena plank merek yang memberikan informasi dari mana sumber dana pembangunan tersebut dan berapa besar anggarannya, berapa volumenya, siapa perusahaan yang mengerjakannya serta berapa lama tenggang waktu pekerjaan tersebut tidak diketahui, hanya saja dating membangun jalan setapak dengan anggaran pemerintah,” sebutnya.

Fahruddin juga mengatakan, pihak pengawas hingga hari ini belum terlihat melihat kondisi pembangunan jalan setapak tersebut di desa kami, karena pembangunan ini kami anggap hanya membuang uang Negara saja karena tidak lama daya tahan bangunan tersebut dan keuntungan sepihak akan di dapat oleh pemborong.

“Pengawas lapangan atau PPTK jangan coba-coba untuk merekomendasikan pekerjaan ini sesuai dengan Bestek, sebab warga tidak terima dengan bangunan yang tidak mempunyai kualitas sebab uang yang digunakan untuk membuat pembangunan tersebut juga uang rakyat yang di berikan kepada pemerintah melalui pajak yang dikembalikan lagi kepada rakyat,” sebutnya.

Anggota DPRD Madina dari Fraksi Golkar Plus, Arsidin Batubara yang juga purta Pantai Barat Barat Madina mengatakan, fungsi pengawasan terhadap setiap pembangunan harus segera dimaksimalkan oleh Pemkab Madina sebab pengawasan yang lemah inilah yang menjadi setiap temuan selama ini.

“Pejabat yang berwenang melakukan fungsi pengawasan terkait pembangunan jalan setapak di Desa Sundutan Tigo, Kecamatan Natal harus benar-benar menjanlankan fungsinya, jangan mengedepankan kepetingan pribadi di atas kepentingan rakyat banyak, sebab selama ini lemahnya fungsi pengawasan akibat dari del-del antara kontaktor dengan pengawasan demi untuk memuluskan segala proses admintrasi di lapangan,” sebutnya.

Kepala UPT Dinas PU Bagian Pantai Barat Madina Firman Lubis mengatakan, setiap pembangunan dari Dinas PU Madina di wilayahnya akan diawasi, baik kualitas dan kuantitas, sebab di pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati yang baru ini, harus ada sebuah perubahan tugas dan fungsi serta kewengan dalam menjalankan tugas sebab setiap pembangunan yang sedang dan akan berjalan harus mengedepankan kualitas demi untuk mewujudkan pembangunan yang jujur dan bersih.

“Setiap bangunan harus sesuai dengan ketentuan yang ada dalam kontrak yang diterima oleh setiap perusahaan yang menawarkan jasanya sebab dalam kontrak tersebut juga sudah terhitung keuntungan yang didapatkan, sehingga tidak selalu warga yang dikorbankan,” katanya. (BS-026)
Sumber : beritasumut.com

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar