Home / Seputar Madina / Lima Desa di Madina Belum Dialiri Listrik

Lima Desa di Madina Belum Dialiri Listrik

Puluhan Tahun Warga Tak Pernah Nonton TV
MADINA-
Sedikitnya lima desa di Kabupaten Mandailing Natal belum dialiri listrik sejak Indonesia merdeka 65 tahun lalu. Selama itu pula, warga yang berdomisili di sana memanfaatkan obor dan lampu teplok saat malam hari.
“Jadi, selama puluhan tahun terakhir hingga hari ini , kami sama sekali tidak pernah menonton (siaran) televisi,” kata warga Desa Simandolam, M Akhiruddin Lubis, kepada METRO, belum lama ini.
Lubis menambahkan, selain desa tempat tinggalnya, ada empat desa lain yang juga belum dialiri listrik, yakni Desa Aek Marian, Gunung Tua, di Kecamatan Batahan. Lalu, Desa Aekmata dan Sopo Sorik Monang di Kecamatan Panyabungan.
Untungnya, sambung Lubis, ada beberapa orang yang memiliki cukup uang untuk membeli genset. “Dengan mengeluarkan uang Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per bulan, sebagian kecil warga bisa menikmati listrik. Itu pun hanya untuk malam hari dari pukul 18.30 WIB sampai 22.00 WIB, dan yang diizinkan hanya untuk lampu. Untuk alat elektronik, pemilik genset tak dibolehkan maka warga tak pernah mengetahui infiormasi,” ujarnya.
Menyikapi hal ini, Pemkab Madina akan terus berupaya untuk menempuh jalan lain, yakni dengan menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Listrik (PLTS), meski anggarannya belum ditampung untuk APBD tahun 2011. Tapi diharapkan bisa dianggarkan untuk perubahan APBD.
Demikian disampaikan Kepala Dinas PU Kabupaten Madina, Nasrin Lubis melalui Kabid Pertambangan, Pamonangan Hutasuhut ST.
Menurut Monang, salah satu cara agar desa-desa yang tak dimasuki listrik PLN itu bisa terang adalah dengan PLTS. Dan untuk mengadakan PLTS ini masih membutuhkan biaya yang cukup besar. “Di tahun 2010 sudah kita adakan PLTS di Desa Aek Olbung Kecamatan Batang Natal dan anggarannya sebesar Rp200 juta,” katanya, Senin (14/2).
Rp200 juta itu, lanjut Monang, adalah untuk pengadaan alat-alat yang dibutuhkan sedangkan jumlah alat yang diadakan dan dipasang tersebut sebanyak 20 unit untuk seluruh warga di desa tersebut.
”Jumlah alat yang kita anggarkan sebanyak 20 unit meskipun belum maksimal namun untuk penerangan sudah lumayan cukup bagi warga. Jadi, untuk desa yang lain, kita masih menunggu anggaran,” tukasnya. (wan)
Sumber : Metro Tabagsel

Comments

Komentar Anda