Home / Artikel / Lobi dan Kerja Keras Untuk Lompatan Pembangunan Madina

Lobi dan Kerja Keras Untuk Lompatan Pembangunan Madina

Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution dan grafis dukungan APBN untuk percepatan pembangunan Madina

Adventorial

Lobi dan Kerja Keras Bupati Madina

Untuk Lompatan Pembangunan Madina

 

Pembangunan Kabupaten Mandailing Natal itu harus dikebut. Bahkan perlu lompatan. Agar terget-target menuju kemajuan di sektor-sektor strategis dapat diraih.

Tetapi, semua itu membutuhkan kerja keras, kecerdasan, membutuhkan tim dari berbagai lini, berbagai kalangan, berbagai kekuatan.

Mengebut pembangunan tak bisa jika bergantung pada APBD, butuh dukungan penuh APBD Provisni dan APBN.

Oleh karena itu, lobi-lobi yang dilakukan Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution dalam beberapa tahun terakhir kepada para pihak di semua lini, berbagai kalangan, berbagai kekuatan harus dijempoli.

Lebih dari itu, lobi-lobi taklah semudah hanya bertemu saja, lalu sorongkan proposal. Tetapi lobi membutuhkan strategi, kecerdasan dan kelincahan.

Dalam satu tahun terkahir, Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution telah meletakkan fondasi-fondasi pembanguan strategis sebagai upaya percepatan pembangunan daerah. Mulai dari sector kesehatan, pendidikan, infrastruktur, ekonomi hingga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Bupati Madina mengandalkan kekuatan kebersamaan antara pemerintah daerah dengan masyarakat sehingga terlaksana pembangunan awal infrastruktur pola non APBD.

Dengan kekuatan ikatan kebersamaan itulah Bupati Madina memulai fondasi-fondasi itu sehingga persyaratan awal memulai pembangunan mendapat apresiasi dari tokoh perantau dan pemerintah pusat yang pada gilirannya membuka pintu bagi masuknya sokongan anggaran dari APBN.

Pola ini menjadikan usaha percepatan pembangunan itu tak melulu mengandalkan dana APBD, karena besaran pagu APBD sangat terbatas sehingga tidak banyak yang dapat diperbuat untuk membangun daerah.

Strategi yang dipakai Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution ini terlihat jauh berbeda dengan pola yang lazim dilakukan oleh Bupati/Walikota di daerah lain yang berkutat pada proposal konvensional pengajuan ke pemerintah pusat.

Pola mengawali pembangunan itu paling tidak tergambar dari beberapa titik infrastruktur :

  • Pembukaan dan pematangan lahan untuk pembangunan bandar udara di Bukit Malintang;
  • Pembukaan jalan lingkar Kotanopan dan jalan menuju lokasi kampus Politeknik di Tor Siojo;
  • Pembukaan dan pematangan lahan pertapakan Rumah Sakit Umum Madina di bukit Panatapan;
  • Pelebaran jalan raya Panyabungan-Gunung Baringin;
  • Pelebaran jalur Panyabungan-Aek Marian;
  • Pembangunan jembatan di atas sunagi Aek Mata Hutasiantar.
  • Pembukaan Tapian Sirisiri Syariah
  • Pembukaan Taman Raja Batu
  • Pembukaan Bukit Muhasabah

Kerja keras, lobi Bupati Madina serta kebersamaan antara pemerintah daerah dengan tokoh perantauan itu mulai terlihat hasilnya.

  • Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah di Bukit Panatapan, Panyabungan sudah mulai dikerjakan bersumber dana dari APBN TA 2018 sebesar Rp 312 Milyar.
  • Pembangunan Bandara Bukit Malintang sudah masuk dalam APBN TA 2019 sebesar Rp 1 Triliun menyusul terbitnya Surat Keputusan Menteri Perhubungan RI nomor KP 1278 tahun 2018, 10 Agustus 2018 tentang penetapan lokasi bandara udara Bukit Malintang Kabupaten Mandailing Natal
  • Jalan menuju Pelabuhan Palimbungan sebesar Rp 100 Milyar juga sudah masuk dalam APBN TA 2019 sebagai bagian dari percepatan menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
  • Jalan menuju lokasi kampus politeknik di Tor Siojo sebesar Rp 45 Milyar juga sudah masuk dalam APBN TA 2019.
  • Pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal sudah berhasil ditandai dengan peresmian STAIN Mandailing Natal oleh Menteri Agama Lukmanul Hakim awal April 2018 dan saat ini sudah masuk tahap penerimaan mahasiswa baru.
  • Pembangunan Pasar Maga saat ini sedang proses tender senilai 5,7 Milyar APBN TA 2018
  • Pembangunan Pasar Natal saat juga ini sedang proses tender senilai 5,7 Milyar APBN TA 2018

Selain itu, Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution juga melakukan rangkaian kunjungan muhibah kepada etnis Mandailing di Malaysia melalui pendekatan Gordang Sambilan dan Tor-tor Mandailing dalam rangka meningkatkan hubungan Mandailing Natal dengan tokoh-tokoh berpengaruh keturunan Mandailing di Malaysia.

Hasilnya, pada 28 hingga 29 Agustus 2018, Dato’ Sahlan Ismail Nasution berkunjung ke tanah leluhurnya Mandailing Natal dan sudah meninjau kawasan dalam rencana menanamkan investasi pembukaan perkebunan kopi dan pabrik bubuk kopi di Madina.

Penguatan kebersamaan antara pemerintah daerah dengan masyarakat ini bukan saja degan masyarakat yang tinggal di Mandailing Natal, tetapi juga dengan tokoh-tokoh nasional asal Madina, termasuk Todung Mulya Lubis (duta besar Indonesia di Norwegia), Darmin Nasution (Menteri Kordinator Perekonomian), Saud Usman, Anwar Nasution (mantan Ketua BPK RI) dan tokoh nasional asal Madina lainnya.

Berbagai pertemuan dalam merumuskan strategi pembangunan kampung halaman terus berlangsung antara Bupati Madina dengan para tokoh-tokoh nasional asal Madina itu berlanjut pada upaya lobi kepada pemerintah pusat dalam perjuangan percepatan pembangunan daerah.

Peliput : Tim
Editor : Dahlan Batubara

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.