Home / Seputar Madina / Luas Perkebunan Terbakar di Madina Mencapi 935 Ha

Luas Perkebunan Terbakar di Madina Mencapi 935 Ha

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kebakaran areal perkebunan di Mandailing Natal (Madina) cukup luas penyebab langit Madina dilanda asap.

Berdasar data dari Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina, areal perkebunan yang terbakar meliputi areal PT. DIS dengan luas kebakaran 15 hektar. PT. MAL dengan luas kebakaran 800 hektar. PT. Rendi dengan luas kebakaran 20 hektar.

Kemudian lahan perkebunan Transmigrasi SP I dan SP II dengan luas kebakaran 100 hektar serta sejumlah titik di wilayah perkebunan masyarakat lainnya.

“Totalnya sekitar 935 hektar,” ungkap Sekretaris Kantor BPBD Madina, Zulkhairi,
Jum’at (24/2/2014).

Selain itu, kiriman asap juga berasal dari sejumlah titik kebakaran perkebunan di Sumatera Utara.

Berdasar data yang diterima dari balai besar BMKG Wilayah I Medan hasil pantauan Satelit NOOA-18 tanggal 12 Februari 2014 pukul 15.30 WIB ditemukan Hotspot (titik api) sebanyak 5 titik di Kabupaten Mandailing Natal.

Berdasar informasi dari masyarakat, kebakaran di beberapa areal perkebunan di Madina terjadi sejak tanggal 1 Pebruari 2014. Secara umum lahan-lahan yang terbakar adalah jenis gambut yang ditanami sawit. Musim kemarau menyebabkan mudahnya lahan gambut dilalap api.

“Kita akan terus memantau kondisi di lapangan karena kita bisa bertindak apabila kebakaran tersebut sudah mulai mengancam pemukiman masyarakat, dan sekarang ini memang pihak perkebunan dengan dibantu oleh masyarakat sekitar berupaya untuk memadamkan sejumlah titik api tersebut,” jelas Zulkhairi.

Sementara itu Kabid Bina Hutan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Madina, Faisal yang dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya belum bisa memberikan data luas lahan yang terbakar karena sedang melakukan pendataan lapangan.

“Sekarang ini kita sedang di lapangan untuk melakukan pendataan dan sekarang ini kita belum bisa memastikan berapa perkiraan luas lahan yang terbakar,” katanya.

Peliput : Maradotag Pulungan
Editor : Dahlan Batubara

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar