Home / Budaya / Mahar Perkawinan di Mandailing

Mahar Perkawinan di Mandailing

Oleh: M.S. Husein Pulungan

Ada yang bilang bahwa biaya perkawinan di tanah Mandailing sangat mahal. Sebenarnya kalau di daerah lain seperti di Pulau Jawa, calon istri hanya diberi mahar seperangkat alat sholat. Tapi kalau di daerah Mandailing, sempat mencapai rata-rata 15 juta untuk biaya satu perkawinan. Saya seorang turunan Minang, Mandailing dan Batak, yang sudah membaur dengan adat Mandailing, merasa biaya perkawinan seperti ini bukan sesuatu yang menyulitkan. Sebab mahar yang disediakan pengantin untuk mempelai wanita, sebenarnya hanya untuk kepentingan mereka juga. Misalnya bila mahar yang disetujui sebesar 15 juta. Uang itu akan dipergunakan untuk membeli tempat tidur buat calon mempelai, lemari, kasur, bantal, peralatan dapur, pakaian calon istri, pokoknya semuanya untuk kebutuhan mereka juga.

Sedangkan bagi adat lain, walaupun ia hanya menyediakan seperangkat alat sholat, tapi setelah menikah, tentu ia masih harus membeli semua keperluan diatas. Jadi kalau dijumlah dengan jumlah uang yang dibutuhkan untuk membeli semua yang dibeli belakangan itu, akan berjumlah sama juga pada akhirnya. Jadi jumlahnya akan menjadi sama mahalnya. Cuma saja dalam adat Mandailing, semua itu akan dianggap merupakan mahar pada calon istri. Begitulah kira-kira mengenai penggunaan mahar pada suku Mandailing di Mandailing Natal Sumatera Utara. Tapi pembaca jangan takut bila tidak bisa menyediakan uang sebanyak itu. Sebenarnya uang mahar 15 juta tadi bukanlah harga pasti. Masih ada nego dalam pembahasan uang mahar atau tuor ini. Kadang kalau si laki-laki hanya punya uang 10 juta atau 5 juta, juga masih bisa dilaksanakan perkawinan ini sesuai adat bija kedua belah pihak sama-sama menyetujui. Bahkan ada yang hanya punya uang 5 juta atau 1 juta, toh perkawinan akhirnya terlaksana juga. Dan yang paling luar biasa menurut pengalaman saya adalah kisah perkawinan paman saya dengan istrinya.

Maharnya hanya sehelai baju yang ia pakai. Tapi tentu harus melalui perjuangan panjang untuk karena ketiadaan uang ini. Sekian. Di lain waktu akan saya lanjutkan bila ada waktu.
(Sumber : kumpulanbudayamandailingpanyabungan.blogspot.com)

Comments

Komentar Anda

2 comments

  1. Riski Ramadhona Lubis

    bener kali lah angkang.ngak kaya di jawa mahar seperangkat alat sholat tapi pestanya miliaran

  2. m.tahir lubis

    izin copy untuk tugas kuliah..

    makasih

Silahkan Anda Beri Komentar