Home / Seputar Madina / Mahasiswa Mandailing Natal di Padang Adakan MTQ di kecamatan siabu

Mahasiswa Mandailing Natal di Padang Adakan MTQ di kecamatan siabu

Panyabungan (Mandailing Online) – Pelajar dan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Mahasiswa Mandailing Natal (IPMM) Padang akan melaksanakan kegiatan MTQ Tingkat MDA di Kecamatan Siabu. Kegiatan yang rencananya akan berlangsung tanggal 28-29 Januari ini diniatkan sebagai upaya meningkatkan siar Islam di daerah ini. Sebanyak 25 madrasah tingkat MDA akan mengikuti berbagai cabang lomba, baik Lomba Musabaqah, Lomba Pidato, dan Lomba Ayat Pendek. Selain tropy dan piagam penghargaan, lomba ini juga memberikan uang pembinaan kepada masing-masing pemenang nanti.

Ketua Panitia Lomba, Ali Wardana menyebutkan bahwa berbagai persiapan sudah dilakukan, baik menyangkut tugas-tugas organisasi komite (OC) maupun persiapan bahan-bahan lomba (SC). Semua itu, katanya, merupakan niat baik bersama untuk menggairahkan siar Islam di kawasan ini. “Kita berharap melalui lomba ini, anak-anak dibangkitkan semangatnya untuk mendalami nilai-nilai Islam sebagai ciri khas masyarakat Mandailing Natal yang agamis,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Abner, ketua IPMM periode ini. Selama ini katanya IPMM hanya bergerak pada gerakan-gerakan kemahasiswaan saja. “Sudah waktunya IPMM turun ke masyarakat melakukan gerakan sosial,” katanya.

IPMM pada awalnya terbentuk tahun 1986 oleh para pelajar mahasiswa dan sesepuh masyarakat yang ada di Kota Padang ketika itu. Awalnya berdiri hanya diikuti puluhan anggota saja. Tujuannya untuk memberikan perlindungan kepada para pelajar mahasiswa yang berasal dari Mandailing Natal ketika itu. Generasi pertama organisasi ini dipimpin oleh para aktifis mahasiswa asal Mandailing Natal di Padang. Mereka antara lain Hibban Nasution, Kohar Hasibuan, Rasoki Siagian, Syaiful Anwar Matondang, Askolani Nasution, dll. Awal tahun 2000, IPMM sempat digabungkan dengan IMA Madina. Tapi karena perbedaan pola perjuangan, IPMM kembali disapih menjadi organisasi mandiri. Tentu karena menyadari bahwa IPMM dibentuk untuk memberikan dorongan semangat dan perlindungan sosial bagi para pelajar dan mahasiswa yang sedang melanjutkan studi di Sumatera Barat. IPMM tidak bergerak di politik praktis, hanya berjuang di ranah pemberdayaan sosial saja sambil memberi pemikiran-pemikiran yang konstruktif untuk memajukan kawasan Mandailing Natal. Karena itu, tahun lalu misalnya IPMM sempat melaksanakan seminar sehari kebudayaan Mandailing Natal di Padang.

Terkait hal itu, Askolani Nasution, Sekretaris Umum IPMM Kota Padang tahun 1990-1992, menyebutkan bahwa persoalan yang dihadapi mahasiswa zaman dulu dengan sekarang memang jauh berbeda. Dulu mahasiswa sebagian besar hanya menghadapi faktor biaya studi, sekarang ada kekhawatiran terhadap memudarnya nilai-nilai sosial budaya daerah. “Sebagian besar mahasiswa tidak paham entitas Mandailing, dan itu sepatutnya menjadi perhatian bersama kita,” katanya.

Dr. Yahya, M.Pd., penasehat IPMM yang juga dosen di Universitas Negeri Padang, mengharapkan agar melalui kegiatan ini ada satu wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat dan potensinya di bidang seni budaya Islam. Dan para anggota IPMM yang jumlahnya lebih dari 300 orang, sepatutnya makin mampu mewujudkan gerakan-gerakan sosial yang bisa memajukan kawasan Mandailing Natal ke depan. Karena itu, MTQ ini dilaksanakan dan akan terus dilakukan secara bergiliran setiap tahunnya di setiap kecamatan yang ada di Mandailing Natal.

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar