Home / Seputar Tapsel / Mahasiswa & Masyarakat Saling Dorong

Mahasiswa & Masyarakat Saling Dorong


Terjadi saat HUT ke-4 Kabupaten Palas
PALAS- sejumlah ahasiswa dan ratusan masyarakat terlibat aksi saling dorong di sekitar Mapolsek Sibuhuan, Kecamatan Barumun, Palas, Minggu (17/7). Aksi ini bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Palas.
Masyarakat merasa aksi massa mengganggu proses HUT ke-4 Palas sehingga aksi mahasiswa dibubarkan oleh masyarakat dengan menghalangi mereka masuk ke lapangan Merdeka Sibuhuan tempat dipusatkannya perayaan HUT Kabupaten Palas ke-4.
Akhirnya, setelah sempat tegang, massa pun mundur hingga membubarkan diri sambil membagi-bagikan selebaran-selebaran kepada masyarakat. Aksi massa hanya berlangsung setengah jam.
Dalam selebaran tersebut, ada 14 poin tuntutan massa di antaranya, mengusut tuntas dugaan korupsi APBD TA 2009 dan TA 2010 harus dilakukan transparansi dan akuntabel terhadap pelaksanaannya. Tuntaskan masalah proyek multy years sarana perkantoran Palas, batalkan proyek multy years TA 2009 karena diduga cacat demi hukum dan diduga telah menjadi ajang korupsi. Tolak perambahan hutan dan tangkap semua pelaku ilegal logging di hutan Sosa-Batang Lobu Sutam, Marenu, dan Sosopan.
Selanjutnya, bangun prasarana pemerintahan segera, perjelas pelaksanaan Perda, RTRW serta RPJMD, tuntaskan masalah PTPN IV dengan masyarakat 17 desa lainnya, berantas penyakit masyarakat seperti judi, togel kim dan maksiat.
Kemudian massa juga menuntut tuntaskan masalah PT SSL, SRL, usut tuntas masalah CPNSD TA 2010, usut tuntas dugaan korupsi dana BOS, pungli, pemotongan intensif di Dinas Pendidikan, usut tuntas masalah pengangkatan sekdes se-Palas, realisasikan pemekaran kecamatan yang masih tertunda dan meminta DPRD melaksankan fungsi legislasinya dengan baik serta Bupati Palas sebaiknya mundur dari jabatannya.
Sementara itu, Bupati Palas Basyrah Lubis dalam peringatan HUT Palas ke-4 menyampaikan, momentum HUT Palas harus dijadikan sebagai bahan koreksi apa yang telah dilaksanakan selama empat tahun ini. Apakah kebijakan yang dilahirkan bermanfaat bagi masyarakat, serta apakah program kebijakan yang sudah disusun telah dapat meningkatkan derajat kehidupan masyarakat.
“Jika kita menoleh ke belakang, proses pemekaran bukanlah suatu pekerjaan sederhana, tetapi merupakan proses panjang dan melelahkan. Karena, pemekaran ini dimulai dari suatu pemikiran dan semangat besar agar daerah ini terbebas dari keterbelakangan, kebodohan dan kemiskinan, karena hal demikianlah yang telah menggeluguti daerah ini,” terang bupati. (amr)
Sumber: Metrotabagsel

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar