Home / Seputar Madina / Malaria Serang Tabuyung, Seorang Warga Meninggal

Malaria Serang Tabuyung, Seorang Warga Meninggal


Panyabungan,

Sejumlah warga Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terserang penyakit malaria dan telah menewaskan salah seorang warga.

Denip (35) salah seorang warga Tabuyung yang terserang Malaria hingga dirawat di RS Permata Madina, Panyabungan, Selasa (26/04/2011) mengungkapkan, sejumlah warga khususnya pekerja di salah satu perusahaan di Tabuyung diduga terjangkit malaria dalam dua minggu terakhir banyak. Satu warga tewas diduga akibat penyakit tersebut.

Dikatakannya, malaria mulai menyerang masyarakat dalam dua minggu terakhir. Satu persatu warga yang bekerja di salah satu perusahaan terjangkit malaria. “Berdasarkan hasil analisis dokter, ternyata saya terkena malaria,” tuturnya. Warga yang berada di desa tersebut merasa resah karena penyakit itu sudah banyak menjangkiti warga.

Diakuinya, sampai saat ini pemerintah belum melakukan tindakan pencegahan. Namun, pihak perusahaan tempat dia bekerja sudah melakukan penyemprotan tapi hanya di wilayah perusahaan. “Belum ada tindakan dan pencegahan dari pemerintah, tapi pihak perusahaan sudah menyemprot lingkungan tempat tinggal warga,” ujarnya.

Dia berharap pemerintah secepatnya melakukan tindakan, karena penyakit tersebut sudah mulai merebak dan semakin mebahayakan masyarakat terutama anak-anak.

Sementara itu, Bupati Madina Aspan Sopian Batubara saat dikonfirmasi wartawan, mengakui belum mengetahui kejadian tersebut. Menurutnya, pemerintah akan segera melakukan tindakan pencegahan ke wilayah yang diduga sudah terjangkit.

“Saya akan langsung memerintahkan Badan Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit Malaria untuk memeriksa kondisi masyarakat di Desa Tabuyung termasuk dilingkungan perusahaan,” ujarnya.

Dijelaskannya, Madina merupakan daerah endemis malaria karena kondisi wilayahnya sangat memungkinkan untuk perkembangan nyamuk malaria.

Dia juga berharap masyarakat menjaga kebersihan lingkungan agar penyebaran penyakit yang mematikan tersebut bisa dicegah. “Lebih baik mencegah daripada mengobat,” tegasnya.

Anggota DPRD Madina Arsidin Batubara mendesak pemerintah melakukan pemeriksaan di desa tersebut. Pemerintah harus segera melakukan tindakan, karena kejadian dugaan penyakit malaria itu sudah berlangsung selama dua minggu. Anggota DPRD itu menyangkan sikap pemerintah yang tidak mengetahaui kejadian tersebut.

Dia mengatakan, tingkat pengawasan dinas terkait harus ditingkatkan, sehingga jika ada penyakit malaria dapat secepatnya diantisipasi. “Saya berharap agar pemerintah untuk melakukan tindakan sebelum lebih banyak lagi korban,” tuturnya. (BS-026)
Sumber : Beritasumut

Comments

Komentar Anda

%d blogger menyukai ini: