Home / Seputar Madina / MAMBAYU YANG MAKIN SEDIKIT

MAMBAYU YANG MAKIN SEDIKIT

PANYABUNGAN (Mandailing Omline) – Meski jumlahnya tak banyak, masa sekarang aktivitas “mambayu” (mengayam tikar) di kalangan kaum ibu di Mandailing masih dijumpai di beberpa desa.

Faktor ekspansi produk-produk tikar pabrikan, aktivitas mambayu di kalangan wanita Mandailing juga berfaktor mulai berubahnya pola hidup dan pola pandang masyarakat Mandailing secara umum kepada hal-hal yang bersifat pragmatis.

Berbeda dengan masa sekitar 20 tahun lalu dimana kaum perempuan yang masih gadis hingga usia tua sering terlihat di halaman, atau di kolong rumah mengayam tikar bersama-sama.

Pada masa itu, pasaran tikar pandan masih luas yang digunakan untuk alas duduk di rumah-rumah penduduk maupun untuk alas hamaparan menjemur padi di kawasan Mandailing.

Saat ini, ditengah gempuran tikar plastik buatan pabrik, tikar pandan pun semakin kurang peminantnya, sebab para petani saat ini sudah memakai tikar plastik untuk alas menjemur padi. Sementara alas lantai rumah sudah memakai karpet plastik.

Di Desa Pintu Padang Julu, Kecamatan Bukit Malintang, seorang pengrajin ayaman tikar, Bu Kholilah (50) masih setia menjalankan usahanya meski sudah di usia tua. Dia sudah sekitar 5 tahun menjalankan aktivitas “mambayu” pandan berlokasi di depan rumahnya yang nyaman.

Dari hasil usaha anayaman tikar ini, Bu Kholilah mengaku sangat membantu menambah penghasilan dirumah tangganya, sehingga sangat meringankan bagi suaminya yang berprofesi sebagai peyadap karet.

Meski lesu pasarannya, pemandangan kaum ibu juga masih ditemui di Desa Manyabar, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Hampir setengah kaum ibu-ibu di sana menganyam tikar dengan bahan baku daun pandan.

Eliarni (50) misalnya. Perempuan ini mengaku, pekerjaan menganyam tikar sudah dilakukannya sejak puluhan tahun silam. Dan akitivitas menganyam dilakukan pada waktu luang atau kalau pekerjaan pokok mereka (bertani) lagi kosong. Bahkan, tak jarang pula menganyam juga dilakukan pada malam hari.

“Sejak puluhan tahun silam saya bersama ibu rumah tangga yang lain melakoni pekerjaan ini. Disamping bisa menambah penghasilan keluarga, menganyam ini juga sudah menjadi hobi kami untuk mengisi waktu luang apalagi pekerjaan tani lagi kosong semisal selesai menanam padi atau yang lain,” terangnya kepada wartawan, baru-baru ini.(idw/dab)

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar