Home / Seputar Madina / Mandailing Malaysia Disajikan Adat Mandailing di Tanah Leluhur

Mandailing Malaysia Disajikan Adat Mandailing di Tanah Leluhur

sambutan mandailing malaysia 231112PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 90 orang etnis Mandailing di Malaysia melakuan kunjungan muhibbah ke tanah leluhur Mandailing Natal (Madina), Jum’at (23/11) dalam rangka mempererat hubungan persaudaraan dengan saudara mereka di tanah leluhur karena sudah lama dipisahkan oleh dua negara.

“Kunjungan muhibbah ini diorganisir Persatuan Halak Mandailing Malaysia (PHMM), motivasinya adalah dalam rangka memperkenalkan kepada publik Malaysia tentang keberadaan tanah leluhur mereka di Mandailing, sebuah kawasan di bagian selatan Sumatera Utara,” kata Kuasa Perwakilan Mandailing Malaysia di Madina, Dahlan Batubara.

Pusat silaturahinm diadakan di kediaman keluarga H. Maslin Batubara, Desa Alahan Kae, Ulu Pungkut. Di desa itu dilakukan “horja kampung” kenduri sekampung ala Mandailing di mana penduduk desa membaur dengan rombongan.

Bupati Madina, Hidayat Batubara dan tokoh masyarakat menyambut rombongan di Desa Alahan Kae. Paluan gordang sambilan, tortor raja-raja, tortor inanta soripada, tor-tor naposo bulung dan moncak dipertunjukkan di desa itu.

Dalam kesempatan itu, Bupati Madina, Hidayat Batubara, Sekda M.Daud Batubara bersama 4 orang lainnya berkesempatan menarikan tor-tor raja yang dilanjutkan dengan tortor inanta soripada oleh kaum ibu.

Selepas itu, tortor naposo nauli bulung diperagakan oleh tiga pasangan muda mudi Desa Alahan Kae, dilanjutkan dengan bibingan tortor kepada rombongan Mandailing Malaysia, yakni tortor raja dan tortor inanta soripada.

Sebelumnya, rombogan disuguhi makan bersama secara “diholoi” (penyajian makanan ala Mandailing) di rumah kediaman keluarga H. Maslin Batubara. Makan “diholoi” ini adalah adat Mandailing dimana tuan rumah menyajikan hidangan makanan secara langnsung per individu kepada masing-masing tamu yang hadir.

Usai makan bersama dilanjutkan dengan sajian ketan inti kepada rombongan Mandailing Malaysia. Ketan ini adalah jenis makanan dari pulut yang dicampur dengan parutan kelapa campur gula aren. Ketan ini merupakan lambang mempererat silaturrahim antara tuan rumah dengan tamu.

Sore hari, rombongan mengunjungi dan solat Magrib di Pesantren Musthafawiyah Purba Baru. Pesantren ini merupakan terbesar di Mandailing Natal yang bersusia 100 tahun dan banyak melahirkan ulama kaliber nasional dan internasional. Salah satu ulama lulusannya adalah imam besar di Masjidil haram, Mekkah.

Di pesantren ini pihak pengasuh memberikan penjelasan sejarah dan kurikulumnya kepada rombongan Mandailing Malaysia. Presiden PHMM, Ramli Abdul Karim Hasibuan juga menyerahkan bingkisan bantuan dari anggota PHMM kepada Pesantren Musthafaiyah.

Pada malam harinya dilakukan pertemuan rombongan Mandailing Malaysia dengan tokoh adat, tokoh masyarakat serta bupati Madina di sopo godang rumah dinas Bupati Madina.

Dilakukan juga penandatanganan MoU kerjasama antara Presiden Persatuan Halak Mandailing Malaysia, Ramli Abdul Karim Hasibuan dengan Bupati, Madina Hidayat Batubara meliputi bidang kebudayaan, bidang kekeluargaan dan silaturrahim, bidang ekonomi, bidang tenaga kerja, peningkatan hubungan pemerintahan. (mar)

Comments

Komentar Anda

One comment

  1. Maaf numpang iklan: Kami menyediakan Lele asap/salai siap kirim 1 kg Rp. 65.000 sms/call 082364325537

Silahkan Anda Beri Komentar