Selasa, 10 Mar 2026
light_mode

Mengenal Bahasa Mandailing (bagian 1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 17 Nov 2016
  • print Cetak

Oleh: Basyral Hamidi Harahap (in memoriam)

Almarhum Basyral Hamidi Harahap

Almarhum Basyral Hamidi Harahap

LANGGAM BICARA

Langgam bicara orang Mandailing disebut pantis, irama dan intonasinya disebut landung, lemah lembut dan berirama yang diucapkan dengan nada yang rendah. Cara bertutur seperti ini merupakan pengaruh lingkungan Mandailing yang subur. Banyak pohon dan kurang berangin.

Sehingga dengan suara yang bernada rendah sudah cukup untuk berbicara atau bahkan untuk memanggil orang di kejauhan. Orang juga menyebut langgam bicara orang Mandailing  lambok mangalangoi, lemah lembut namun melagu.

Langgam bicara orang Mandailing juga disebut bergaya diplomatis. Mereka sangat perasa dengan timbang rasa yang kuat, sehingga seringkali mereka tidak mengucapkan kata tidak. Sebagai gantinya mereka mengucapkan kata-kata lain yang bermakna  tidak dengan nada khas ditambah dengan bahasa tubuh.

Langgam bicara orang Barumun, Sosa, Sosopan adalah campuran langgam bicara orang Angkola dan Mandailing. Lingkungannya pun mirip dengan kedua wilayah itu. Orang Mandailing sejak berabad-abad sudah berdiam di wilayah  Barumun, Sosa, dan Sosopan.

Uraian singkat di atas hanya informasi tentang variasi langgam bicara orang Mandailing. Variasi langgam bicara ini sangat terasa apabila kerabat dari berbagai daerah itu hadir dan berbicara dalam forum adat siriaon maupun siluluton.

Selain bahasa percakapan sehari-hari, bahasa daerah Mandailing juga memiliki kata-kata yang hanya dipakai dalam peristiwa dan saat-saat tertentu. Misalnya ada yang disebut bahasa parkapur, yaitu bahasa yang dipakai oleh pawang kapur dalam mencari pohon-pohon kayu kapur besar yang berisi kapur.

Bahasa ini juga dipakai oleh pencari hasil hutan yang memiliki banyak kata tabu di hutan-hutan belantara. Kata kamper atau kamfer atau camphor berasal dari kata kapur itu.

Ada pula bahasa partondung, bahasa tabas dan bahasa andung. Bahasa partondung atau bahasa sibaso dipakai oleh datu untuk melakukan suatu pekerjaan. Bahasa tabas atau bahasa datu dipakai oleh datu berupa mantra-mantra yang dibacanya ketika mengobati orang sakit.

Selain itu ada lagi bahasa bura atau bahasa jampolak yaitu bahasa kasar yang terucap ketika sedang marah atau mengejek. Bahasa puraga yaitu bahasa sehari-hari atau bahasa hasomalon.

Bahasa adat yang dipakai dalam forum-forum adat adalah bahasa sastra yang sarat berisi kata-kata kunci  nilai-nilai budaya. Bahasa aling-alingan yaitu bahasa yang penuh basa-basi, tamsilan atau sindiran, misalnya tamu yang sedang kehausan atau ingin agar minumannya ditambah oleh tuan atau nyonya rumah, maka tamu tersebut mengatakan bahwa udara sangat panas, dan lain-lain.

Bahasa turi-turian yang dipakai oleh penutur kisah-kisah sastra lama yang menggunakan segala gaya bahasa yang ada sesuai dengan jalan ceritanya.  Bahasa turi-turian dapat dipadankan dengan bahasa Dalang dalam pewayangan Jawa dan Sunda.

Bahasa marhata balik semacam bahasa prokem yang membalik, mengubah letak huruf dalam setiap kata, misalnya poso-poso menjadi osop-osop, bayo menjadi oyab, dan lain-lain. Bahasa ini dipakai oleh kelompok tertentu, misalnya remaja.

Penulis pernah mendengar bahasa ini diucapkan secara fasih oleh inang-inang yang berasal dari Tapanuli Selatan yang sedang berdagang di atas kapal dalam pelayaran dari Belawan ke Tanjung Priok.

Mereka naik di Tanjung Pinang dalam rangka perjalanan mereka berdagang Singapura-Jakarta. Secara leluasa mereka  bercakap-cakap dalam bahasa ini  di depan petugas  pabaen yang tidak memahami bahasa sandi itu.

Bahasa andung, merupakan bahasa yang diucapkan dalam suasana perpisahan, misalnya andung seorang gadis sesudah akad nikah ketika hendak meninggalkan orangtuanya menuju rumah suaminya.

Atau andung mencurahkan perasaan duka ketika orangtua atau kerabat meninggal dunia. Bahasa andung sudah jarang diucapkan orang, khususnya andung menangisi orang yang meninggal. Ini merupakan pengaruh ajaran islam yang melarang meratapi orang yang meninggal. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Madina Musnahkan Barang Bukti Narkotika

    Polres Madina Musnahkan Barang Bukti Narkotika

    • calendar_month Sabtu, 21 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUSNAHKAN Kabag Sumda Kompol Abdul Hakim, Kajari Panyabungan Satimin, Kakan Kesbang Linmas Budiman Nasution, tokoh masyarakat Madina H Ismail Lubis melakukan pemusnahan barang bukti narkotika secara serentak di halaman Polres Madina, Jumat (20/1). (medanbisnis/henri)

  • Mudahkan Warga, Dukcapil Madina Lakukan Pelayanan Kepengurusan Adminduk dan E -KTP di Kantor Camat

    Mudahkan Warga, Dukcapil Madina Lakukan Pelayanan Kepengurusan Adminduk dan E -KTP di Kantor Camat

    • calendar_month Rabu, 4 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online)- Sejak pagi tadi Rabu 4/10/2023, Kantor Camat Panyabungan didatangi kaum muda, mereka hendak melakukan pengurusan documen kependudukan. Memang hari ini Kantor Dukcapil Mandailing Natal ( Madina ) sedang melakukan ekselerasi perekaman keliling  seluruh Kecamatan di Madina untuk memudahkan kepengurusan dokumen kependudukan mulai dari E- KTP sampai pada urusan yang berhubungan dengan kependudukan. […]

  • Densus Kejar Instruktur Syarif

    Densus Kejar Instruktur Syarif

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA- Tim pemburu Detasemen Khusus 88 Mabes Polri mengejar instruktur perakitan bom yang digunakan Muhammad Syarif. Bentuk, bahan dan rangkaian yang ditemukan di Masjid Ad Dzikro mengarah pada jejak ilmu mendiang Dr Azahari Husein. “Kita tahu murid-muridnya masih ada. Bisa saja, salah satu dari mereka yang (mengajari) ke Syarif,” ujar Wakabareskrim, Irjen Mathius Salempang usai […]

  • Atika: KIM Sangat Strategis Bantu Warga Tentang Informasi

    Atika: KIM Sangat Strategis Bantu Warga Tentang Informasi

    • calendar_month Kamis, 14 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution menyatakan keberadaan KIM memiliki fungsi sebagai penghubung dalam proses diseminasi dan aspirasi antara pemerintah dengan masyarakat maupun antar masyarakat. “Keberadaan KIM sangat strategis, untuk membantu pengelolaan informasi di masyarakat di dalam mendukung pembangunan daerah, oleh karena itu, pemerintah Kabupaten Mandailing Natal berupaya untuk menguatkan […]

  • Plasma PT DIS dipertanyakan

    Plasma PT DIS dipertanyakan

    • calendar_month Selasa, 2 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Sebagaimana ketentuan dan peraturan yang ada dimana lokasi suatu perkebunan yang berhak menerima plasma seharusnya masyarakat setempat. akan tetapi berbeda dengan PT Dinamika Inti Sentosa (DIS) bergerak bidang perkebunan sawit malah masyarakat lain yang memperoleh plasma. Hal ini disampaikan Direktur Lembaga Pengkajian Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) Edi Syahputra, siang ini. PT.DIS sendiri berdiri atas […]

  • Jelang Idul Adha 1444 H, Pedagang Prediksi Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok Akan Naik

    Jelang Idul Adha 1444 H, Pedagang Prediksi Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok Akan Naik

    • calendar_month Senin, 19 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online): sudah seperti tradisi, setiap jelang hari hari besar agama, harga sejumlah kebutuhan pokok pun mulai naik di pasar pasar tradisional di Kabupaten Mandailing Natal( Madina ). Jelang Idul Adha 1444 H Saat ini harga kebutuhan pokok yang naik yakni jenis bawang. Di pusat pasar baru panyabungan terpantau, harga bawang merah saat ini […]

expand_less