Home / Seputar Madina / Moral Penduduk Madina Kian Merosot

Moral Penduduk Madina Kian Merosot

KOTANOPAN (Mandailing Online) – Saat ini kondisi pengamalan keagamaan di Mandailing Natal (Madina) cukup memprihatinkan. Akhlak dan moral manusianya sudah jauh dari ajaran Islam yang haikiki.

Ini terlihat dari minimnya warga yang memakmurkan masjid, pengajian pengajian yang dilaksanakan warga sudah jauh berkurang. Rasa persaudaraan dan silaturrahmi sudah mulai pupus dan maraknya pelanggaran agama baik yang dilakukan individu maupun masyarakat.

Belakangan ini bibit- bibit aliran sesat juga sudah mulai muncul di Mandailing Natal.

“Untuk itu saya tegaskan, tidak ada sedikitpun tempat aliran sesat di Mandailing Natal. Warga Madina diharapkan kembali mengamalkan isi kandungan Al Qur’an agar jangan mudah terpengaruh dengan bibit aliran sesat ini,” kata Kakandepag Madina, Drs. Muksin Batubara, M. Pd kepada surat kabar Mandailinmg Pos, belum lama ini di Kotanopan.

“Jadi saya tegaskan kembali, tidak ada tempat aliran sesat di Madina. Kepada ulama, tokoh masyarakat dan pemerintah diharapkan bersatu padu untuk menolak kehadiran aliran sesat di Madina. Madina adalah “Serambi Mekkahnya” Sumatera Utara, jadi jangan kotori dengan hadirnya bibit-bibit aliran sesat di daerah ini. Jangan pecah belah persatuan umat yang sudah baik di Madina dengan kehadiran aliran sesat,” drunya.

Bagi warga Madina yang sudah terlanjur terkontaminasi dengan bibit aliran sesat ini diharapkan agar segera kembali kepada ajaran Islam yang sebenarnya.

“Ayo sama-sama kita kembali kepada Al Qur’an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-sehari. Selain itu, kita juga perlu memperdalam ilmu keagamaan agar terhindar dari bibit-bibit aliran sesat ini,” katanya.

Muksin juga berharap agar warga Madina segera mensukseskan Program Magrib Mengaji yang sudah dicanangkan Kementerian Agama bekerja sama dengan Pemkab Madina.

“Anak-anak Madina diminta melakukan shalat berjamaah di Masjid kemudian langsung belajar mengaji. Kita cukup mengapresiasi Pemkab Madina yang telah menyediakan honor bagi guru mengaji di Masjid walaupun jumlahnya masih minim,” ucapnya.

Peliput : Lokot Husda Lubis
Editor : Dahlan Batubara

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar