Home / Seputar Madina / Normalisasi Sungai Oleh PT.DIS Bermanfaat Mengatasi Banjir Ladang Penduduk

Normalisasi Sungai Oleh PT.DIS Bermanfaat Mengatasi Banjir Ladang Penduduk

Jaya Syahputra Tarigan

MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Normalisasi badan Sungai Salebaru oleh PT DIS ditujukan untuk pengendalian banjir terhadap perladangan penduduk dan juga areal perkebunan perusahaan.

Sebab, kondisi badan sungai yang selama ini menyempit dan tergerusnya permukaan tanah pada daerah hulu sungai sehingga apabila terjadi hujan deras akan mengakibatkan banjir dan terendamnya tanaman perkebunan dan perladangan masyarakat dengan ketinggian air mencapai 2 meter serta terputusnya akses jalan masyarakat.

Sehingga normalisasi sungai ini merupakan solusi dan juga sesuai dengan usulan pemerintah Desa Tabuyung.

Normalisasi sungai itu juga senafas dengan komitmen PT. Dinamika Inti Sentosa dalam menjaga kelestarian lingkungan dan konservasi sungai berdasar amanah Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air dan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2011 tentang Sungai.

Hal itu diungkapkan Humas PT.DIS, Jaya Syahputra Tarigan kepada Mandailing Online, kemarin. Hal itu juga sudah disampaikan dalam pertemuan antara PT DIS dengan tokoh-tokoh masyarakat serta kepala Desa Tabuyung tentang sosialisasi normalisasi sungai, beberapa waktu lalu.

Dibeberkannya, kondisi permukaan aliran Sungai Salebaru yang melintas perkebunan PT.DIS yang terletak di Desa Salebaru dan Desa Tabuyung Kecamatan Muara Batang Gadis itu, sepanjang waktu terjadi penggenangan air cukup lama akibat menyempitnya badan sungai dan pendangkalan sungai oleh tumpukan ranting kayu yang cukup lama.

Untuk mengatasi masalah itu, PT. DIS melaksanakan program normalisasi aliran sungai dengan cara membersihkan aliran sungai untuk menurunkan sedimen sungai agar arus sungai tidak melimpah ke areal perkebunan dan perladangan masyarakat.

Selain itu, juga melakukan pengendalian aliran sungai dengan cara menutup sebagian jalur lama dan membuka jalur baru.

Program ini bertujuan mewujudkan kemanfaatan fungsi sungai yang berkelanjutan. Sehingga, program ini tak etis disebut sebagai “menutup ciptaan tuhan” sebagaimana yang dituduhkan salah satu media cetak.

Jaya Syahputra menyatakan, pembuatan kanal-kanal itu berfungsi untuk memecah debit air sungai, sehingga lahan masyarakat yang terletak di aliran sungai Salebaru tidak terendam banjir telalu lama.

“Program ini juga akan ditindaklanjuti dengan penambahan menanam pohon-pohon keras di sepanjang daerah aliran sungai,” imbuh Jaya Syahputra.

 

Peliput : Salman Rais Daulay

Editor  : Dahlan Batubara

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar