Jumat, 26 Jun 2026
light_mode

Notulen Serasehan Kebudayaan Mandailing Menuju Kongres Kebudayaan Mandailing (3)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 17 Agt 2013
  • print Cetak

URGENSI PELAKSANAAN KONGRES KEBUDAYAAN MANDAILING

Dengan pemahaman yang baik terhadap pokok-pokok pikiran yang diuraikan di atas, serta didorong pula oleh semangat dan harapan besar untuk dapat mengangkat harkat dan martabat kita orang Mandailing secara bersama-sama sebagaimana petuah leluhur kita: sahata saoloan boti salumpat saindege, sehingga akhirnya diyakini dapat mendorong dan memotivasi kita semua, khusunya Tim Revitalisasi Kebudayaan Mandailing untuk segera menyelenggarakan “Kongres Kebudayaan Mandailing” dengan tema utama yaitu “Revitalisasi Kebudayaan Mandailing”.

Penyelengaraan Kongres Kebudayaan Mandailing dimaksud adalah suatu kegiatan yang dipandang urgen untuk sesegera mungkin dilaksanakan mengingat banyaknya bagian-bagian esensial dan substantif dari unsur-unsur kebudayaan tradisional Mandailing yang sudah hampir punah, bahkan sudah ada yang punah sama sekali. Adapun tujuan dari pelaksanaan kongres tersebut antara lain untuk:

Pertama, menggugah kesadaran warga masyarakat Mandailing akan kegunaan dan faedah dari nilai-nilai budaya tradisionalnya sendiri.

Kedua, merevitalisasi dan kemudian berupaya melestarikan nilai-nilai budaya tradisional (seperti yang terdapat dalam Hata Mandailing, Surat Tulak-tulak, dan Dalian Na Tolu, dan sebagainya) yang positif dan bermanfaat bagi kehidupan sosial-budaya masyarakat Mandailing pada saat sekarang dan masa mendatang.

Ketiga, memberikan peluang dan kesempatan seluas-luasnya bagi pemuda-pemudi Mandailing untuk lebih mengenal dan mendalami berbagai aspek penting dan esensial dari kebudayaan tradisionalnya sebagai warisan leluhur mereka.

Keempat, memanfaatkan budaya tradisional Mandailing guna memberdayakan warga masyarakat sehingga berpotensi untuk dapat memotivasi dan sekaligus ikut serta berperan aktif dalam upaya pelestarian kekeanekaragaman kebudayaan tradisional Mandailing sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kebudayaan Indonesia.

PENUTUP

Akhir kata, Tim Revitalisasi Kebudayaan Mandailing yang beranggotakan penggiat kebudayaan aktivis mahasiswa-mahasiswi dan pemuda-pemudi (naposo nauli bulung) dengan bimbingan dan arahan pemuka dan tokoh (hatobangon) masyarakat Mandailing ini sepenuhnya menyadari bahwa Kongres Kebudayaan Mandailing tersebut tidak akan terlaksana dengan baik tanpa dukungan nyata dari seluruh komponen masyarakat Mandailing, baik yang berada di kampung halaman maupun perantauan. Untuk itu Tim Revitalisasi Kebudayaan Mandailing sangat mengharapkan uluran tangan dan partisipasi aktif semua pihak baik moril maupun materil. ***

***Notulen ini disusun Tim Revitalisasi Kebudayaan Mandailing, Jakarta, 18 Juni 2013. Dikutip dari blog Gondang Mandailing milik Edi Nasution)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Digugat, Gambar Mengerikan di Bungkus Rokok

    Digugat, Gambar Mengerikan di Bungkus Rokok

    • calendar_month Rabu, 17 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Menurut para penggugat, gambar gigi busuk, jenazah, bisa membuat konsumen rokok depresi. Lima perusahaaan rokok menuntut Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) karena tidak setuju dengan undang-undang baru yang mengharuskan mereka memasang gambar peringatan kesehatan di bungkus rokok. Menurut mereka, hal tersebut melanggar kebebasan berekspresi sebagai warga negara dan bisa membuat mereka kehilangan […]

  • Mengapa Barus Menjadi Titik Nol Masuknya Islam ke Indonesia? (bagian 1)

    Mengapa Barus Menjadi Titik Nol Masuknya Islam ke Indonesia? (bagian 1)

    • calendar_month Rabu, 22 Mar 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar
  • Sorikmas Bantah Sudah Eksploitasi

    Sorikmas Bantah Sudah Eksploitasi

    • calendar_month Jumat, 1 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Isu yang menyebutkan PT Sorikmas Mining (SMM) telah mengambil emas di kawasan perbukitan Tor Sihayo, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) membuat masyarakat menjadi tidak sabar. Hal inilah yang mereka duga sebagai pemicu terjadinya tragedi 29 Mei, bentrokan warga dengan petugas yang berujung terbakarnya base camp perusahaan tambang emas itu. Demikian disampaikan General Manager […]

  • Dinas Kehutanan Sita Kayu Olahan di Lokasi PT PSU

    Dinas Kehutanan Sita Kayu Olahan di Lokasi PT PSU

    • calendar_month Selasa, 29 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Manailing Onine) – Dinas Kehutanan Perkebunan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menemukan sekira 10 kubik kayu olahan di lokasi PT Perkebunan Sumatera Utara di Kecamatan Lingga Bayu tanpa dokumen yang sah dan tanpa pemilik. Kabid Kehutanan Dinas Kehutanan Perkebunan Madina, Ahmad Faizal di ruang kerjanya, Senin (28/10/2013) menyatakan kayu olahan itu yang mereka temukan sekitar […]

  • FPR DPRD Madina Kunjungi Kampoeng Kaos

    FPR DPRD Madina Kunjungi Kampoeng Kaos

    • calendar_month Selasa, 31 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. “Cintailah produk sendiri,” kata Ketua Fraksi Perjuangan Reformasi (FPR) DPRD Madina, Ali Hanafiah,(FPR) DPRD Madina, Ali Hanafiah, didampingi bendahara Iskandar Hasibuan ketika bertandang ke dapur Kampoeng Kaos Madina (KKM), Jalan Jambu Lintas Timur Sipolu – polu, Penyabungan Minggu (29/1). Ali Hanafiah mengaku salut atas kehadiran KKM, karena membuktikan masih ada bibit – bibit berjiwa […]

  • 6 Penduduk Tewas Dibantai Harimau Sejak Tahun 2006

    6 Penduduk Tewas Dibantai Harimau Sejak Tahun 2006

    • calendar_month Rabu, 3 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Berdasar data yang dikumpul Sumatra Rainforest Institute (SRI), terror dan pembunuhan oleh harimau terhadap manusia di Desa Ranto Panjang Kecamatan Muara Batang Gadis sudah berlangsung sejak tahun 2006. Hingga Maret 2013 jumlah manusia tewas dikalangan penduduk mencapai sekitar 5 orang. Dan bertambah satu orang lagi di Juni 2013. Pada tahun 2006 […]

expand_less