Home / Seputar Madina / Objek Wisata Sampuraga Mengecewakan, Perlu Perhatian Pemerintah

Objek Wisata Sampuraga Mengecewakan, Perlu Perhatian Pemerintah

wisata sampuraga 300812PANYABUNGAN (MO) – Tokoh masyarakat Kecamatan Panyabungan Barat, Salamuddin mendesak Pemkab Madina, Kamis (30/8) untuk lebih memperhatikan kesinambungan objek wisata Sampuraga yang terletak di Desa Sirambas Kecamatan Panyabungan Barat.

Kondisi fisik objek wisata Sampuraga sudah bertahun-tahun memprihatinkan akibat kurang penanganan menyebabkan banyak pengunjung kecewa dan tak mau kembali mengunjunginya.

“Lokasinya bersemak, becek, tempat untuk duduk-duduk pun tak ada yang layak. Pengunjung bingung, titik-titik air panas tak terawat dibiarkan kayak kubangan kerbau. Tak ada yang menarik untuk menjadi kesan pengunjung,” ungkap Salamuddin.

“Sampuraga ini merupakan salah satu kekayaan wisata alam Kabupaten Mandailing Natal yang telah mempunyai cerita melegenda Sampuraga yang menasional, jadi kita sangat mengharapkan Pemkab Mandailing Natal dapat melestarikan objek wisata ini,” ujarnya.

Kalau memang sampuraga ini dipoles dengan baik maka akan menjadi salah satu objek wisata yang sangat terkenal karena cerita tentang sampuraga sudah terkenal di seluruh pelosok tanah air ini dan akan menjadi salah satu pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Kabupaten Mandailing Natal ini.

“Selama ini setiap hari libur maupun hari raya idul fitri sampuraga ini merupakan salah satu tujuan objek wisata para perantau yang telah lama di rantau orang, karena disamping untuk membawa anak-anaknya serta pamilinya berlibur juga dapat memberikan pendidikan kepada anak-anak mereka,” ujarnya.

“Konon zaman dahulu bahwa munculnya air panas dari dalam perut bumi akibat salah seorang anak yang bernama durhaka kepada Ibunya karena si sampuraga ini telah kaya dan mendapatkan kedudukan yang sangat baik di kerajaan pada zaman itu,” ucapnya mengulangi cerita Sampuraga.

“Ini kan bisa menjadi pelajaran bagi para generasi muda kita agar tidak durhaka kepada orang tua, inilah salah satu daya tarik objek wisata ini sehingga memang sudah waktunya pemerintah memperhatikan kekayaan alam madina ini untuk dapat menghasilkan PAD kepada Pemkab Mandailing Natal,” harapnya.

Memang katanya, beberapa tahun yang lalu Pemerintah telah melakukan renopasi dan perbaikan beberapa pasilitas yang ada di objek wisata sampuraga tersebut, namun sekarang ini pasilitas tersebut terlihat kurang perawatan dan terkesan dibiarkan saja sehingga tidak tertata rapi.

“Ini memang selalu keluhan para pengunjung sampuraga selama ini, termasuk diantaranya tidak tertata rapinya objek wisata tersebut dan kurangnya pasilitasnya sehingga pada waktu bukan hari raya idul fitri lokasi ini menjadi semak yang tidak dirawat,” jelasnya.

Keluhan juga muncul dari Karsahman Nasution, perantau yang mudik dari Jawa. Dia mengeluh ketika dia pada lebaran kemarin membawa keluarganya ke lokasi wisata Sampuraga.

“Anak-anak sering mendengarkan tentang sampuraga ini yang konon katanya durhaka kepada orang tuanya, sehingga anak-anak saya kepingin melihat secara langsung bagaimana air panas sampuraga ini. Namun, kita kecewa karena lokasi wisata ini tak menawarkan apa-apa. Yang ada justru semak dan tanah becek, kawah-kawah air panas juga tak menakjubkan,” ungkapnya.(mar)

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar