Home / Berita Sumut / Oknum Brimob Diduga Aniaya dan Peras Warga Labura

Oknum Brimob Diduga Aniaya dan Peras Warga Labura


LABUHANBATU:
Oknum Brimob yang di BKO kan di PTPN4 Kebun Berangir berinisial Her, Har, dan AR alias Bdl diduga kuat melakukan
tindak pemerasan terhadap warga Pulo Dogom Desa Silumajang Kabupaten Labura. Warga diporoti sebesar Rp 10 juta. Kejadian itu, Rabu 10 Agustus 2011 sekitar pukul 07.10 Wib.

Tak hanya itu, ketiga oknum tersebut juga memborgol dan memukuli korban dibagian perutnya ketika memanen sawit di Kebun milik warga yang berjarak lebih kurang 250 meter dari batas kebun milik Negara itu.

Kejadian bermula ketika korban Karim Pasaribu warga Pulo Dogom, beserta supirnya Dian memanen sawit dipagi hari itu. Ketika itu mereka didatangi ketiga oknum Brimob dengan bersenjata laras panjang. Oknum membentak korban dan mengatakan kalau kelapa sawit yang berada di dalam mobil taft pick up milik korban adalah milik perkebunan Brangir. “Mereka datang langsung membentak dan mengatakan tandan buah segar (TBS) Kelapa sawit kami milik kebun berangir,” kata korban Karim pasaribu didampingi istrinya, Rabu 10 Agustus 2011kepada wartawan di kediamannya.

Karim dengan tegas menampik tuduhan itu. Karena tidak puas dengan jawaban korban, ketiga oknum itu langsung meletuskan senjata laras panjang diduga berjenis SS1V1 dan kemudian meminta uang senilai Rp100 juta kepada korban agar tidak mempersalahkan hal itu. “Oknum terus meminta uang. Karena kubilang tidak ada uang, mereka mengatakan mana bisa begitu,” tutur korban.

Akhirnya karena takut mobilnya dibawa ketiga oknum tersebut, dengan pasrah korbanpun bersedia memberikan uang sebesar Rp10 juta setelah
terus didesak ketiga oknum ini. Tak puas sampai disitu, setelah menyerahkan uangnya korban juga diborgol hingga korban berontak dan dadanya dipukul dengan popor senjata. Kemudian disungkurkan ke tanah. Tidak hanya Karim yang menjadi sasaran penganiayaan, supir korban Dian juga mendapatkan
perlakuan serupa. Kejadian itu kemudian mendapat perhatian ratusan warga dan mendatangi lokasi kejadian meminta agar borgol di tangan
korban dilepaskan.

Namun, saat itu para oknum tersebut berdalih kehilangan kunci. Akhirnya warga kemudian melepaskan borgol kedua korban dengan menggunakan jarum peniti. Paska kejadian itu Dian supir korban mengalami trauma mendalam. Sedangkan Karim sendiri mengeluhkan sesak di dadanya. Asisten SDM PTPN4 Kebun Berangir Syahbana Rangkuti ketika dikonfirmasi wartawan mengaku tidak mengetahui masalah tersebut. “Saya baru tahu masalah ini. Jadi saya belum bisa menjelaskan,” katanya.

Sementara Mangadi Papam Perusahan ini membenarkan ada tiga orang oknum Brimob yang di BKO kan di perusahaan itu. Mangadi membantah terjadi penganiayaan, pemerasan dan letusan senjata di lokasi kejadian. Namun dia tidak menampik ketiga oknum itu memegang uang Rp10 juta yang diterima dari korban. Dia berdalih Karim Pasaribu telah melakukan percobaan penyuapan terhadap ketiga oknum tersebut.

Sehingga mereka (oknum Brimob) juga berniat melaporkan hal itu ke Mapolsek NA IX-X. Ketika ditanya mengapa uang Rp10 juta tersebut tetap diterima oleh ketiganya, Mangadi berdalih, diterimanya uang itu guna sebagai barang bukti.(fh)
Sumber :

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar