Home / Seputar Madina / Padi Nuklir Masuki Masa Panen

Padi Nuklir Masuki Masa Panen

KOTANOPAN (Mandailing Online) – Program pengembangan tanaman padi nuklir memasuki tahap panen di Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal (Madina).

Program ini merupakan hasil rekayasa Litbangyasa Iptek Nuklir Bidang Pertanian dan Peternakan yang dilaksanakan di Sumut bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Perternakan Madina. Varietas yang di panen adalah Inpari Sineduk.

Plt.Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution, Senin (4/11/2013) ambil bagian pada acara panen tersebut di Desa Padang Bulan, Muara Soro, Kotanopan. Juga hadir Kepala Dinas Pertanian dan Perternakan Madina, Taufik Zulhendra; Sekda, Marwan Bakhti Siregar; Perwakilan Kepala Pusat Diseminasi Iptek Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional, Ir. Ruslan.

Ruslan, mengatakan keunggulan varietas ini, disamping tahan lama, umurnya lebih pendek dari jenis padi lainnya, rasanya juga lebih enak. Sedangkan indeks prestasi varietas Inpari Sineduk ini bisa tiga kali panen dengan umur 102 hari, sedangkan jenis padi biasa memekan masa 120 hari.

Selain tanaman padi, pihaknya juga mengenalkan kedelai sebagai tanaman sela dan pakan ternak yang sudah digunakan di 24 provinsi di Indonesia.

“Kita berharap, kerja sama ini akan terus meningkat di masa-masa yang akan datang. Jadi anggapan masyarakat yang selama ini nuklir menakutkan, ternyata ada dampak positifnya yaitu bisa digunakan untuk meningkatkan kwalitas pertanian dan peternakan,” katanya.

Dia menambahkan bahwa ada suatu kebanggan varietas padi produk Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) bisa berterima di masyarakat.

Kadis Pertanian dan Peternakan Madina, Taufik Zulhendra mengatakan, Kabupaten Madina merupakan satu-satunya kabupaten yang mendapat program Tenaga Nuklir Nasional dengan varietas Inpari Sineduk ini di Sumatera Utara dan kerja sama ini sudah tiga tahun dilaksanakan.

Dinas Pertanian Madina menyambut baik program ini, karena terbukti varietas yang di tanam memiliki kwalitas yang tinggi.

“Sebelumnya, kita juga sudah memanam varietas Bestari atau Ganteng dan Mira 1 dan Pandan 1 yang hasilnya cukup menggembirakan. Untuk tahun 2013 ini, varietas Inpari Sineduk direncanakan dikembangkan seluas 60 hektar dan yang terealisasi baru 40 hektar,” ungkapnya.

Dahlan Hasan Nasution dalam arahannya menyampaikan bahwa Pemkab Madina menetapkan sektor pertanian sebagai salah satu prioritas utama. Hal ini karena sektor pertanian merupakan mata pencaharian masyarakat Madina. Upaya yang dilakukan selama ini, baik melalui penyuluhan, percontohan dan lainnya diharapkan dapat diserap dan dilaksanakan oleh petani.

Peliput : Maradotang Pulungan
Editor : Dahlan Batubata

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar