Home / Seputar Madina / Panyabungan-Natal Rusak Parah

Panyabungan-Natal Rusak Parah


Panyabungan, Dinas Jalan dan Jembatan Provinsi Sumtera Utara diminta supaya mengalokasikan anggaran Tahun 2011 untuk peningkatan jalan penghubung mulai dari Panyabungan Selatan hingga Pantai Barat, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Hal itu disampaikan Anggota DPRD Madina dari Fraksi Golkar Wildan kepada wartawan di Panyabungan, Ahad (02/01/2011).

Dikatakannya, jalan provinsi tersebut sudah seharusnya diperbaiki sebab kondisi jalan saat ini sudah tidak memungkin lagi dilalui karena sudah rusak parah. Apalagi kalau musim hujan, tebing yang ada di sepanjang jalan sering longsor.

Jalan yang paling parah antara Desa Kayu Laut, Kecamatan Panyabungan Selatan, hingga Desa Tombang Kaluang, Kecamatan Batang Natal. Kondisi jalan tersebut sudah bertahun-tahun rusak dan belum ada perbaikan.

Akibat jalan yang rusak parah tersebut, pedagang dari Panyabungan yang bertujuan ke Pantai Barat jadi kewalahan dan sering terhenti di tengah jalan karena jalan tidak bisa dilewati. Begitu juga sebaliknya pedagang dari Pantai Barat yang ingin menjual dagangannya ke Panyabungan sering kewalahan akibat kerusakan jalan.

Akibat jalan rusak tersebut, harga bahan pokok di Pantai Barat menjadi sangat mahal, karena ongkos transportasi menuju Pantai Barat sangat mahal.

Masih kata Wildan, kecelakan juga sangat rentan terjadi di daerah tersebut. “Kita sering meihat mobil terperosok bahkan masuk jurang akibat jalan tersebut sudah rusak parah,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan Wildan, jalan tersebut sudah tidak layak. Sudah seharusnya secepatnya diperbaiki dan tebing-tebing yang curam seharusnya dibuat beronjong untuk menahan tanah longsor supaya tidak jatuh ke badan jalan.

“Karena ini wewenangnya Dinas Jalan dan Jembatan Provinsi Sumtera Utara, kami atas nama Fraksi Golkar Plus DPRD Madina, meminta supaya Dinas Jalan dan Jembatan mengalokasikan anggaran Tahun 2011 ini secapatnya, untuk peningkatan jalan mulai dari Kecamatan Panyabungan Selatan sampai Kecamatan Batang Natal, karena ini menyangkut kesejahteraan masyarakat banyak di tujuh kecamatan di Pantai Barat. Kalau tidak segera diperbaiki kesejahteraan masyarakat Pantai Barat akan terancam,” tandas Wildan. (BS-026)
Sumber : Beritasumut

Comments

Komentar Anda

%d blogger menyukai ini: