Home / Seputar Madina / PDB Madina dan Institusi Bisnis

PDB Madina dan Institusi Bisnis

Raja Bangun Nasution

 

Catatan Ringkas : RAJA BANGUN NASUTION

 

PDB Kabupaten Mandailing Natal (Madina) berada di peringkat tertinggi dari 33 Kabupaten/kota di Provinsi Sumut dengan skor ; 6,09.

Posisi Kota Gunungsitoli menuyusul Madina, yakni skor ; 6,01. Sedangkan daerah lainnya rata-rata anjlok di angka 5.

Dari sisi laju pertumbuhan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) dari tahun 2013, Kabupaten Madina dan Kota Gunungsitoli terbilang relatif bertahan meskipun trend-nya menurun jika di bandingkan dengan Tapsel dari 17,43 anjlok ke 5,21; Deli Serdang dari 9,22 anjlok ke 5,10.

Dari semua data yang ada, semua daerah di Sumut sedang mengalami trend menurun. Ini bisa jadi akibat dampak guncangan ekonomi secara nasional akibat perang dagang AS dan China. Gambaran ini menyimpulkan indikasi bahwa Kabupaten Madina terbilang survive menghadapi turbulensi ekonomi nasional.

Data ini menunjukkan bahwa Pemda Madina selama ini sudah bekerja tapi belum maksimal karena sektor wirasawasta belum begitu besar menyumbang PDB Madina. Artinya pertumbuhan ekonomi Madina masih bergantung pada tiga sektor, yakni pertanian, perkebunan dan perikanan dan ditopang oleh belanja langsung APBD seperti gaji pegawai.

Jika ketiga sektor itu diperkuat oleh sektor jasa dan industri diperkirakan pertumbuhan ekonomi Madina akan kian menguat yang akan diikuti meluasnya lapangan kerja.

Oleh karena itu, solusi ke depan adalah menumbuhkembangkan institusi-institusi bisnis dan wiraswasta. Karena hanya inilah yang mampu menyerap tenaga kerja lebih besar dan berdampak positif terhadap fiskal daerah.***

Comments

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: