Home / Seputar Madina / Pematokan Batas TNBG Rugikan Prospek Kopi Mandailing

Pematokan Batas TNBG Rugikan Prospek Kopi Mandailing

Ali Musa Manto Lubis

Ali Musa Manto Lubis

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pematokan tapal batas TNBG yang dilakukan BPKH Sumut dinilai merugikan upaya-upaya pengembangan kebun kopi masyarakat di Mandailing Julu.

Prospek pengembangan lahan untuk perkebunan kopi bagi masyarakat Mandailing Julu, terutama di kawasan Ulu Pungkut dan Kotanopan menjadi terganggu.

Padahal masa kini animo penduduk berkebun kopi sedang menggeliat di kawasan itu, seiring semakin banyaknya eksportir yang meminta komoditas Kopi Mandailing atau Mandheling Coffee tujuan Eropa dan Amerika.

“Pihak BPKH dinilai tidak melakukan sosialisasi kepada masyarakat ketika melakukan kegiatan pematokan batas Taman Nasional Batang Gadis beberapa tahun lalu. Kondisi ini menyebakan warga kecewa, apalagi hasil patokan itu menjadi justifikasi batas-batas TNBG dengan lahan masyarakat,” kata Ali Musa Manto Lubis, pelaku budidaya kebun kopi kepada Mandailing Online, Senin (22/2) di lopo Tor Siri-siri, Lingkar Timur, Panyabungan.

Menurut pria mantan pengurus LSM Penjara UJ ini, warga di kawasan itu tidak menerima hasil pematokan batas TNBG yang dilakukan pihak Badan Pemantapan Kawasan Hutan Provinsi Sumatera Utara, sebab pematokan itu dinilai penduduk tak melibatkan masyarakat serta dilakukan dengan jangka waktu yang sangat singkat serta diduga juga tidak melibatkan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Madina.

Garis patok itu juga dinilai warga tidak mempertimbangkan kearifan lokal Mandailing Julu yang selama ini sangat menjungjung tinggi kelestarian hutan disamping aktifitas penduduknya yang mayoritas berkebun.

“Kegiatan pematokan ini juga telah menyebabkan pihak TNBG menjadi posisi kambing hitam, karena pihak TNBG dituduh masyarakat sebagai pihak yang menetapkan batas TNBG dan mengesampingkan prospek masa depan kebun Kopi Mandailing,” kata Manto.

Dia mengatakan, warga pantas menyurati bupati dan menembuskannya kepada BPKH Sumut tentang keberatan warga terhadap pematokan itu, sehingga nantinya Pemkab Madina dapat menyikapi kerugian yang dirasakan penduduk.

Mandheling Coffe merupakan kopi yang paling digemari masyarakat Eropa dan Amerika serta juga sangat popular di belahan dunia lainnya menyebabkan nama Mandailing sangat terkenal. Komoditas kopi diproyeksi akan menjadi komoditas unggulan menggantikan posisi komoditi karet yang harganya terus terpuruk.

Dan hanya kawasan Mandailing Julu (Ulu Pungkut, Kotanopan, Muara Sipongi, Pakantan) dan kawasan Pagur di Panyabungan Timur sebagai kawasan yang baik untuk tanaman kopi varietas Arabika. Pemerintah boleh-boleh saja menetapkan kawasan hutan lindung, tetapi pemerintah juga harus memikirkan prospek ekonomi rakyatnya termasuk masa depan pengembangan perkebunan Mandheling Coffee.

Editor : Dahlan Batubara

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar