Home / Seputar Madina / Pembangunan 8 Rumah Terbakar di Ujung Marisi Tahap Pengerjaan

Pembangunan 8 Rumah Terbakar di Ujung Marisi Tahap Pengerjaan

 

KOTANOPAN (Mandailing Online) – Pembangunan 8 unit rumah yang habis terbakar di Desa Ujung Marisi, Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal (Madina) sedang tahap pengerjaan.

Saat ini, keluarga korban kebakaran dan warga serta tukang sedang bahu membahu menyiapkan rumah tersebut dalam beberapa minggu kedepan.

Pantuan di lapangan, hampir semua pertapakan rumah sudah selesai dikerjakan. Sebagian lagi sedang mendirikan tiang bangunan dan sebagian lagi sudah ada yang memasang dinding.

Pembangunan 8 rumah ini dilakukan secara gotong-royong melibatkan masyarakat dan keluarga korban kebakaran. Hal ini dimaksudkan untuk penghematan biaya pembangunan.

“Kita berharap sebelum Idul Fitri, keluarga korban kebakaran sudah bisa pindah ke rumah baru. Kita akui pembangunanannya memang sedikit agak terlambat disebabkan bahan material kayu sangat sulit didapatkan,” kata Kepala Desa Ujung Marisi, Abdul Somad, tiga hari lalu.

Sekedar diketahui, kebakaran terjadi Desa Ujung Marisi, Kecamatan Kotanopan, pada Rabu (3/6) lalu, menghanguskan 8 unit rumah. Kebakaran itu berlangsung saat sebagaian besar warga berada di kebun dan ladang.

Terkait dengan kondisi korban kebakaran sampai saat ini dalam kondisi baik. Bahkan sebagian di antara mereka sudah ada yang melaksanakan aktivitas usahanya, yaitu kesawah dan keladang.

Untuk sementera mereka tinggal di rumah-rumah family atau warga lainnya sambil menunggu siapnya rumah yang baru. Begitu juga dengan batuan sampai saat ini masih terus berdatangan, berupa bantuan beras dan pakaian, termasuk yang berasal dari posko kebakaran Kotanopan.

“Sedangkan bantuan pembangunan rumah berasal dari Pemkab Madina, bantuan SKPD dan Bupati Madina. Nilai bantuan untuk satu rumah sebesar Rp. 17 Juta. Dikalikan dengan delapan rumah berjumlah 136 juta. Sedangkan biaya rehab 3 rumah yang rusak sebesar Rp. 5 juta /per rumah. Jadi kalau di jumlahkan semuanya biaya yang diperlukan 151 juta,” katanya.

 

Peliput : Lokot Husda Lubis

Editor  : Dahlan Batubara

 

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar