Home / Seputar Madina / Pemekaran Pantai Barat Ditagih

Pemekaran Pantai Barat Ditagih

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Masyarakat Pantai Barat kembali menagih realisasi pendirian kabupaten baru pemekaran dari Kabupaten Mandailing Natal.

Masyarakat menilai, dengan pemekaran ini akan mengeluarkan mereka dari keterisoliran.

Sekretaris Gerakan Mahasiswa Pantai Barat Bersatu (Gema PBB) M Fadri Lubis, Minggu (18/1) yang dilansir surat kabar Metro Tabagsel mengatakan, masyarakat Pantai Barat saat ini mulai menagih realisasi pemekaran Kabupaten Pantai Barat Mandailing, mengingat janji wakil rakyat di Senayan dulunya hanya menunda bukan membatalkan.

“Masyarakat sangat berharap pemekaran Pantai Barat bisa diterima pada paripurna DPR RI akhir periode 2009-2014 yang lalu, namun keputusan paripurna itu tidak sesuai dengan yang diharapkan masyarakat, karena keputusannya adalah menunda. Dan saat ini masyarakat mengingatkan kembali supaya DPR RI serta Pemerintah Pusat mengabulkan keinginan masyarakat ini,” ujar Fadri.

Fadri mengatakan, kehidupan masyarakat di Pantai Barat sangat memprihatinkan, meskipun hasil bumi dari sana sangat kaya, terutama di bidang perkebunan dan laut. Namun, kekayaan dan potensi alam yang dimiliki daerah itu tidak bisa mendukung peningkatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.


“Itu terbukti dari banyaknya desa-desa terisolir dan warga miskin. Di sisi lain, masyarakat juga kesulitan melanjutkan pendidikan, pelayanan kesehatan yang belum maksimal. Karena itulah, masyarakat berharap, pemekaran Pantai Barat diyakini dapat merubah hidup masyarakat lebih sejahtera,” sebutnya.

Menurut Fadri, jika ditinjau dari persyaratan, Pantai Barat sudah memenuhi secara administratif dan persyaratan lainnya. Apalagi jika ditinjau dari jumlah penduduk dan dan hasil bumi di enam kecamatan yaitu Lingga Bayu, Ranto Baek, Sinunukan, Batahan, Natal, dan Muara Batang Gadis.

“Kalau persoalan persyaratan tidak ada lagi yang dipersoalkan, masyarakat saat ini hanya menunggu iktikad baik dari Pemerintah Pusat dan DPR agar mengesankan pemekaran Pantai Barat,” tambahnya.

Seperti diberitakan belum lama ini, Kepala Bidang Data pada Dinas Kependudukan, Capil, Sosial Nakertrans Pemkab Madina, Seri Suasni menyampaikan, jumlah penduduk di enam kecamatan di Pantai Barat ada sebanyak 121.141 jiwa dari 113 desa/kelurahan.

Dengan rincian untuk Kecamatan Lingga Bayu  ada 19 desa/kelurahan dan jumlah penduduknya ada 25.480 orang. Kecamatan Batahan ada 18 desa/kelurahan dengan jumlah penduduk sebanyak 19.982 orang. Kecamatan Natal ada 30 desa/kelurahan dengan jumlah penduduk 28.557 orang. Kemudian Kecamatan Muara Batang Gadis ada 14 desa/kelurahan dengan jumlah penduduk sebanyak 16.865 orang.

Kecamatan Ranto Baek ada 18 desa/kelurahan dengan jumlah penduduk 12.554. Selanjutnya Kecamatan Sinunukan ada 14 desa/kelurahan dengan jumlah penduduk 17.703 orang.

Sementara, sumber penghasilan masyarakat pada dasarnya adalah berkebun seperti kebun karet, kakao, sawit, kelapa, dan banyak juga sebagai nelayan, karena daerah Pantai Barat memiliki laut lepas seluas 170-an kilometer yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia. Dan sebagian masyarakat bekerja sebagai buruh dan karyawan pada sejumlah perusahaan sawit di daerah itu, baik perusahaan milik swasta, perusahaan milik pemerintah seperti PTPN 4, dan PT Perkebunan Sumatera Utara, dan ada sekitar 17 perusahaan perkebunan di daerah Pantai Barat.

Sumber: Metro Tabagsel

 

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar