Home / Seputar Madina / Pemerintah Terbitkan Hak Paten Kopi Mandailing

Pemerintah Terbitkan Hak Paten Kopi Mandailing

Bupati Madina dan Ketua MPIG didampingi tokoh perantau Mandailing memperlihatkan sertifikat hak paten usai diserahkan pemerintah

Bupati Madina dan Ketua MPIG didampingi tokoh perantau Mandailing memperlihatkan sertifikat hak paten usai diserahkan pemerintah di Jakarta

JAKARTA (Mandailing Online)Pemerintah Indonesia telah menerbitkan hak paten bagi kopi Mandailing, yakni Hak Paten Indikasi Geografis Kopi Arabika Sumatera Mandailing.

Sertifikat hak paten itu diserahkan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasona Laoly  kepada Bupati Madina di gedung Graha Pengayom Kemenkum HAM RI, Jakarta, Kamis (3/11).

Demikian diungkap Ketua Masyarakat Perlindungan Indikasi Georafis (MPIG) Kopi Arabika Sumatra Mandailing, Ir. Zubeir Lubis kepada wartawan via telefon seluler, Kamis siang.

Dikatakannya, penerbitan hak paten ini merupakan langkah kemajuan bagi masyarakat Mandailing Natal, yakni mengembalikan kembali nama besar Kopi Mandailing itu sendiri.

“Kita bersyukur hari ini perjuangan panjang masyarakat untuk Kopi Mandailing sudah kembali kepangkuan kita. Ucapan terima kasih kepada Pemkab Madina. Kepada masyarakat petani jangan menyia-nyiakan potensi ini, baik hulu dan hilir. Ini akan mendongkrak pereknomian masyarakat dan akan meningkatakan harga Kopi Mandailing hingga ke dunia internasional,” ujarnya.

Sejauh ini, Mandailing Online belum memperoleh penjelasan rinci tentang dampak penerbitan hak paten ini terhadap peñata-aturan ekspor Kopi Mandailing ke berbagai negara di dunia. Sebab, selama ini produk bubuk kopi mengatasnakaman “Mandheling Coffee” sebagai nomenclaturnya pada merek dagang mereka sudah mencapai ratusan di berbagai negara, tetapi bahan baku biji kopinya ditengarai bukan berasal dari daratan tinggi kawasan Mandailing.

Zubeir mengatakan program kedepan, MPIG akan mensinergikan dengan pemerintah tentang kegiatan yang akan dilaksanakan bagaimana agar produk dan kualitas kopi arabika Mandailing tetap terjaga.

“Memang selama ini banyak pihak yang mengatasnamakan Kopi Mandailing, akan tetapi tumbuhnya entah dimana-mana (bukan di tanah Mandailing-red). Nah dengan kita perolehnya hak paten tersebut, kita harus bekerja keras untuk mempertahankan bahkan harus ditingkatkan, sehingga menjadi salah satu produk unggulan di daerah kita,” katanya.  

 “Pak bupati sangat bangga, dan bersyukur. Karena kakayaan alam Bumi Gordang Sambilan kembali kepada masyarakat Madina. Dan bupati berharap agar petani, masyarakat dan pemerintah bisa mengembangkannya,” imbuh Zubeir yang juga Wakil Ketua DPRD Madina itu.

Hadir pada penyerahan hak paten itu antara lain Ketua MPIG dan Sekretaris Ahmad Gusti Ray; M.Yasir Lubis Kasi Perkebunan Dishutbun Madina serta bebarapa tokoh masyarakat Madina di Jakarta.

Dan disela acara penyerahan hak paten dibarengi stand pameran produk Kopi Arabika Sumatra Mandailing.

Peliput: Maradotang Pulungan

Editor  : Dahlan Batubara

 

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar