Home / Seputar Madina / Pemkab Beri 45 Juta kepada 3 Koperasi, Apakah Efektif?

Pemkab Beri 45 Juta kepada 3 Koperasi, Apakah Efektif?

Sejumlah kaum ibu anggota Koperasi Produsen Wanita Mandiri, Desa Huta Padang Kecamatan Ulupungkut, memeras kedelai dalam proses pembuatan tahu, pekan lalu.

Koperasi ini dibentuk bulan lalu oleh Dinas Perindustrian Perdagangan Penanaman Modal Koperasi UKM Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Dua koperasi lain juga dibentuk bersamaan, yakni Koperasi Aek Mais Nauli Desa Pastab Kecamatan Tambangan dan Koperasi Produsen Sibanggor desa Sibanggor Jae Kecamatan Puncak Sorik Marapi. Ketiga desa itu merupakan desa binaan tahun 2013.

Masing-masing koperasi mendapatkan mesin dan peralatan pembuatan tahu tempe serta pemberian bantuan perkuatan modal sebesar 15 juta rupiah per koperasi.

Akankah ketiga koperasi ini bisa maju atau akan bubar setelah modal uang bantuan pemkab habis? Seperti koperasi-koperasi dadakan lain di Madina yang tak bertahan lama? Hanya waktu yang akan menjawab.

Sejumlah kalangan menilai bantuan-bantuan modal yang diguyurkan pemkab selama ini selalu salah orang alias tidak tepat sasaran sehingga begitu kandas modal bantuan maka bubarlah kelompok itu.

Di sisi lain, birokrasi pemerintah juga dinilai belum keluar dari pola lama yang hanya bertangungjawab secara administrasi, bukan pertanggungjawaban secara output. Artinya, hanya memfokuskan tanggungjawab bahwa dana negara itu sudah disalurkan kepada koperasi atau kelompok Anu. Soal, usaha koperasi/kelopok si Anu itu lanjut atau tidak bukan urusan.

Bagaimana sikap pemkab Madina soal ini? Kadis Perindag Kop UKM Madina, Lismulyadi bersama Kabid Koperasi UKM, Erman Gappar Nasution dan Kabid Perindustrian Hermansyah Lubis kepada wartawan, Jum’at (13/9/2013) lalu akan membina ketiga koperasi itu di masa-masa mendatang agar tidak bubar.

“Usai kita serahkan peralatan, mesin dan modal juga diberikan pelatihan tata cara berkoperasi, usaha koperasi, dimana jenis kegiatan sementara yaitu pembuatan tahu tempe pada masing-masing koperasi, yang kita latih untuk menjadi tenaga ahlinya 10 orang dari anggota koperasi tersebut,” ucap Lismulyadi.

“Semua kebutuhan untuk koperasi, baik badan hukum, alat, pelatihan dan permodalan telah diberikan sehingga 3 koperasi ini sudah siap beroperasi dalam peningkatan perekonomian masyarakat,” katanya.

“Kedepannya dalam rangka efektifitas dan jalannya koperasi akan dilakukan pendataan, pembianaan, maupun memberikan arahan bagi koperasi yang kita lihat kurang eksis, sehingga program koperasi di Mandailing Natal berjalan dengan baik bermuara pada meningkatnya eknomi anggotanya,” katanya lagi.

Editor : Dahlan Batubara
Bahan : Maradotang Pulungan

Comments

Komentar Anda

5 comments

Silahkan Anda Beri Komentar