Home / Seputar Madina / Penanganan Sektor Pariwisata Madina Dipertanyakan

Penanganan Sektor Pariwisata Madina Dipertanyakan

Ali Musa Manto Lubis

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penanganan sektor pariwisata di Mandailing Natal (Madina) dinilai masih rendah sehingga masih stagnan.

Demikian  diungkap Pengamat Pembangunan Madina, Ali Musa Manto Lubis kepada Mandailing Online di Panyabungan, Kamis (12/7/2018).

Banyak titik wisata yang sangat potensial di Madina yang memiliki nilai jual tinggi untuk wisatawan lokal maupun turis luar negeri, namun penggarapan minim oleh pemerintah daerah.

Potensi wisata itu antara lain wisata sejarah maupun  wisata alam, baik yang berlokasi di Mandailing Godang, Mandailing Julu maupun Pantai Barat Mandailing.

Menurutnya, pemerintah daerah dinilai masih setengah hati menggarap sektor wisata. Sehingga Madina masih berada di posisi rendah untuk kunjungan wisatawan.

Dia mencontohkan, baru-baru ini turis luar negeri datang ke Desa Pastap Julu hanya untuk menikmati alam desa yang asri. Tetapi, akibat tidak adanya penanganan di bidang infrastruktur, pembinaan masyarakat setempat serta penanganan titik-titik lokasi wisata serta lemahnya promosi menyebabkan wisata di sana tidak dapat berkembang.

Madina memiliki daya tarik meliputi wisata alam perkebunan Mandheling Cooffee, panorama alam seperti Sibanggor hingga Bagas Godang sebagai wisata sejarah. Tetapi akibat minimnya penanganan dan promosi mengakibatkan potensi itu minim kunjungan.

Oleh karena itu, Manto mempertanyakan keseriusan Dinas Pariwisata Madina dalam menangani sekor wisata di daerah ini.

Peliput : Dahlan Batubara

 

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.