Home / Seputar Madina / Pendidikan Gratis dan Kesehatan Gratis Sudah Mulai Sejak 2012 Apakah Pengunjukrasa Pura-pura Tidak Tahu

Pendidikan Gratis dan Kesehatan Gratis Sudah Mulai Sejak 2012 Apakah Pengunjukrasa Pura-pura Tidak Tahu

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Aliansi yang berunjukrasa menurunkan bupati ke DPRD Madina, tadi siang, Kamis (17/1) dinilai kurang mengetahui program pendidikan gratis dan kesehatan gratis yang sudah dimulai Pemkab Madina sejak tahun 2012 lalu sebagai implementasi visi misi Hidayat-Dahlan.

“Pendidikan Gratis dan Kesehatan Gratsi di Madina sudah digulirkan bupati Madina sejak tahun 2012, kok pengunjukrasa masih belum tahu, sebagai mahasiswa harusnya tahu, bukan pura-pura tidak tahu,” kata pengamat politik dan pembangunan Madina, Abdul Muis Pulungan menilai poin-poin pernyataan sikap pengunjukrasa.

Dirincikannya, tahun anggaran 2012 pendidikan gratis untuk seluruh murid SMA dan SMK nilainya sebesar 50.000 per murid. Untuk murid SD dan SMP tak perlu lagi karena sudah ada program BOS dari APBN.

Selain itu, beasiswa sebesar 5.000.000 rupiah persiswa untuk 185 mahasiswa di perguruan tinggi negeri yang berasal dari Madina juga sudah disalurkan pada tanggal 3 Januari 2013 lalu. Dengan dana total 900.000.000 rupiah.

Sementara sektor kesehatan gratis juga sudah digulirkan tahun 2012 di RSU Panyabungan dan RSU Natal. Di RSU Panyabungan, pasien miskin yang menyerap dana kesehatan gratis sebesar 2,8 Milyar. Sementara di RSU Natal pasien miskin yang menyerap dana 500.000.000 rupiah.

Diungkapkannya, payung hukum pendidikan gratis dan kesehatan gratis tersebut adalah Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) yang ditetapkan oleh DPRD Madina dalam satu Peraturan Daerah sebagai implementasi visi misi Hidayat-Dahlan.

Untuk tahun 2013 ini, pendidikan gratis dan kesehatan gratis semakin ditingkatkan dananya pada APBD. Untuk seluruh SMA,SMK,SMP dan SD sudah dianggarkan sebesar 7.600.000.000 yang diperuntukkan sebagai pengganti biaya komite sekolah yang selama ini dibebankan kepada seluruh orang tua murid. Ditambah lagi sebesar 3.200.000.000 untuk pembelian seragam murid seluruh SMA,SMK,SMP, dan SD.

Untuk dana beasiswa sudah bertambah juga di tahun 2013 ini menjadi 1,5 milyar. Dengan demikian akan makin banyak jumlah siswa yang mendapat beasiswa dari program pendidikan gratis tersebut.

Sementara kesehatan gratis juga ditingkatkan di tahun 2013 ini, yakni sebesar 4.000.000.000. Dimana dana ini akan dibagi pada Jaminan Kesehatan Masyarakat Miskin (Jamkeskin) sebesar 2 milyar rupiah, dan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) sebesar 2 milyar rupiah.

Menurut Muis, yang bertanggungjawab memantau dan mengawasai pelaksnaan pendidikan gratis dan kesehatan gratis tersebut adalah Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah. Bukan lagi bupati, sebab bupati berada diwilayah kebijakan. (dab)

Comments

Komentar Anda

3 comments

  1. pendidikan gratis apa, nyata nya sekolah2 masih pungut bayaran.

  2. Utamakan program kesehatan dan pendidikan serta terus tingkatkan dan kurangi program pembangunan infrastruktur.

  3. Setahu saya yang namanya pelayanan Pendidikan dan pelayanan Kesehatan memang sudah GRATIS ditetapkan Pemerintah Pusat untuk seluruh pusat-pusat pelayanan milik pemerintah. Tinggal kemampuan daerah masing2 untuk loby-loby ke pusat untuk mendapatkan program2 pendidikan dan kesehatan gratis tersebut….

Silahkan Anda Beri Komentar