Home / Seputar Madina / Penempatan di Madina Guru Pincang

Penempatan di Madina Guru Pincang

Hosman Hasibuan

Hosman Hasibuan

PANYABUNGAN BARAT (Mandailing Online) – PDI Perjuangan Panyabungan Barat mendesak Dinas Pendidikan untuk segera melakukan pemeratan dalam penempatan guru untuk SD di Kecamatan Panyabungan Barat. Saat ini, rata-rata SD hanya memiliki tiga orang guru kelas atau guru tetap. Sedangkan sisanya, termasuk guru honor.

Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Panyabungan Barat Hosman Hasibuan mengatakan kepada wartawan di Longat, Selasa (17/5/2016), “Jumlah guru kelas di hamir seluruh SD Panyabungan Barat hanya tiga orang. Jelas ini termasuk ketimpangan. Sulitlah kita mengharapakan adanya peningkatan kualitas pendidikan jika guru kelas yang ditempatkan hanya tiga orang per sekolah.”

Jika dibandingkan dengan sejumlah SD di Panyabungan, lanjut Ketua Forum Peduli Panyabungan Barat itu, jumlah guru kelas tidak hanya tergolong cukup tapi justru sudah melebihi jumlah kelas yang ada. Karena itulah, dia berharap Dinas Pendidikan segera menambah jumlah guru kelas untuk SD di Panyabungan  Barat.

“Sesuai dengan visi dan misi Bupati/Wakil Bupati Terpilih yang salah satu partai pengusungnya adalah PDI Perjuangan, pendidikan  tetap menjadi prioritas. Untuk itu, upaya peningkatan kualitas pendidikan itu harus lebih menyentuh dan lebih konkrit. Jika memang guru kelas itu memegang peran penting dalam mamacu gairah belajar siswa dan menyampaikan materi pelajaran dengan lebih baik, jumlah mereka harus proporsional. Setidaknya dapat disesuaikan dengan jumlah kelas yang ada,” papar Hosman Hasibuan.

Hanya saja, dia juga menegaskan, pendapat seperti itu sama sekali tidak muncul karena dia meragukan kualitas guru honor yang ada. “Jelas kok, kita melihat banyak guru honor yang tidak hanya layak mengajar, melainkan juga tergolong kreatif. Bahkan, kita juga sudah sering menemukan fakta bahwa yang mengambil peran utama di sekolah itu justru guru honor. Nah, kalau berbicara tanggungjawab dalam hal proses belajar-mengajar, saya keberatan jika guru honor yang sebagian hanya berganji pas-pasan dengan peluang sertifikasi yang kecil atau sama sekali tidak ada harus mengemban tanggung jawab melebihi guru yang sudah PNS,” ungkapnya.

“Tidak boleh jumlah guru PNS itu menumpuk di Panyabungan. Mereka harus ditugaskan untuk mengisi kekosongan guru kelas di kecamatan lain, seperti Panyabungan Barat. Tidak ada alasan jarak, apalagi hanya soal suka tidak suka, untuk menolak atau mengelak dari penugasan mengajar ke sekolah yang berada di luar Kecamatan Panyabungan. Jangan mangkir dari sumpah, setiap PNS harus bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia,”  desaknya.

Editor  : Ludfan Nasution

 

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar