Home / Seputar Madina / Penyakit Difteri Ditemukan di Madina, 1 Orang Meninggal Dunia

Penyakit Difteri Ditemukan di Madina, 1 Orang Meninggal Dunia

Virus difteri

Virus difteri

PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online)Satu penyakit diduga jenis Difteri menyerang Mandailing Natal.

Satu orang anak bernama Aisah usia sekitar 5 tahun, warga Desa Pagur Kecamatan Panyabungan Timur dilaporkan meninggal dunia, Rabu (16/3) akibat serangan penyakit itu.

KTU Puskesmas Gunung Baringin, Panyabungan Timur, Subari yang dihubungi melalui telefon seluler, Kamis (17/3) membenarkan bahwa salah seorang anak di Desa Pagur telah meninggal dunia diduga mengidap penyakit Difteri.

“ Benar pak bahwa salah seorang anak diduga mengidap penyakit Difteri ditemukan di Kecamatan Panyabungan Timur ini, dan sekarang ini si anak sudah meninggal dunia di Rumah Sakit Armina Panyabungan, Rabu (16/3),” ujar Subari.

Pihak puskesmas sudah langsung turun ke lapangan untuk meminta keterangan dari kedua orang tua anak itu. Dan berdasar informasi, anak itu diduga terjangkit beberapa waktu lalu di Sumatera Barat.

Lebih lanjut disampaikan Subari bahwa pihaknya mulai besok akan melakukan vaksinasi secara menyeluruh di Desa Pagur Kecamatan Panyabungan Timur untuk mengantisipasi penyebaran virus penyakit tersebut.

“ Kita bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Mandailing Natal menargetkan dalam 3 x 24 jam akan selasai vaksinasi secara menyeluruh di Desa Pagur tersebut, setelah itu kita akan terus mengawasinya di desa-desa lainnya, apabila memungkinkan akan kita lakukan vaksinasi juga di desa-desa lain di Panyabungan Timur ini,” akhiri Subari.

Penyakit difteri adalah penyakit menular mematikan yang menyerang saluran pernafasan bagian atas (tonsil, faring dan hidung) dan kadang pada selaput lendir dan kulit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphteriae. Semua golongan umur baik anak-anak maupun orang dewasa dapat tertular oleh penyakit ini. Namun anak usia kurang dari 5 tahun dan orang tua diatas 60 tahun sangat beresiko tertular penyakit Difteri.

Peliput : Maradotang Pulungan

Editor  : Dahlan Batubara

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar