Home / Seputar Madina / Peraturan Berubah, Penyaluran Benih Padi Telat

Peraturan Berubah, Penyaluran Benih Padi Telat


PANYABUNGAN (Mandailing Online)
– Dinas Pertanian Mandailing Natal (Madina) menyatakan penyaluran benih kepada petani melorot dari jadwal, diperkirakan baru akan tersalur pada September ini.
Keterlambatan penyaluran benih unggul ini menyebabkan terganggunya satu kali musim tanam, yakni musim tanam bulan Maret.

Melorotnya jadwal itu akibat adanya perubahan kebijakan pemerintah Jakarta tentang perubahan dari Bantuan Langsung Banih Unggul (BLBU) menjadi Bantuan Benih Subsidi (BBS) melalui BUMN yang dihunjuk oleh pemerintah pusat.

“Sehingga penyaluran benih tersebut diperkirakan baru bisa terrealisasi pada bulan September ini,” kata Kepala Dinas Pertanian Peternakan Madina, Taufik Zulhenra Ritonga melalui Kabid Tanaman Pangan Holtikultura, Yaser A.Daulay kepada wartawan, Senin (2/9/2013).

Yaser mengatakan, peraturan Menteri Pertanian untuk penyaluran benih bersubsidi ini baru terbit pada bulan Juli, sehingga masih ada beberapa proses yang diperlukan.

Padahal tahun lalu penyaluran benih ini masih memakai pola BLBU secara gratis. Tetapi mulai tahun ini ada perubahan, yakni pola subsidi, dimana petani harus membayar benih unggul tersebut.

“Tahun kemarin pembagian itu masih secara gratis, berubah ke sitem petani disubsidi. Misalnya harga benih padi itu Rp.9.000 per kg, kini menjadi hanya Rp.2.200/ kg. Begitu juga dengan benih unggul lainnya atau sekitar 20 persen harus dibayar petani,” ujarnya.

Penyaluran benih itu nantinya melalui PT. Pertani. Dengan terbitnya peraturan baru ini, sosialisasi dilakukan bulan Agustus, makanya bulan September baru terrealisasi penyalurannya setelah ada pengusulan kuota atau permintaan berapa yang dibutuhkan kelompok petani.

“Peroses dimulai dari usulan kelompok tani, dikirim ke kecamatan, baru ke kabupaten dan seterusnya ke propinsi, karena wewenang benih adalah milik pusat, sementara kita sudah menyiapkan data-data yang diperlukan,” jelasnya.

“Memang jika kita perhatikan ada keterlambatan satu kali musim tanam, namun begitu kita hanya mengikuti sesuai dengan peraturan,” sebutnya.

Yaser menambahkan, benih yang mendapat bantuan dari pusat 3 jenis, yakni benih padi, jagung dan kacang kedelai.

Peliput : Maradotang Pulungan
Editor : Dahlan Batubara

Comments

Komentar Anda

7 comments

Silahkan Anda Beri Komentar